Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Kapolri Listyo Sigit Temui UAS di Riau, Bahas Kondisi Bangsa hingga Green Policing

mega career expo

SALURANSATU.COM, Riau – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan ke kediaman Ustaz Abdul Somad (UAS) di Ma’had Azzahra, Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau. Pertemuan yang semula diperkirakan hanya berlangsung singkat justru berkembang menjadi dialog hangat hingga menjelang tengah malam.

Momen kedatangan Kapolri dibagikan langsung oleh UAS melalui akun media sosial pribadinya beberapa jam lalu. Dalam unggahannya, UAS mengaku semula mengira pertemuan tersebut hanya sebatas silaturahmi.

“Awalnya UAS menduga Jenderal Listyo hanya sekadar say hello. Tapi ternyata pertemuan itu hampir pukul dua belas malam,” tulis UAS.

Sebelumnya, Kapolri tiba di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, sekitar pukul 21.00 WIB kemudian melanjutkan perjalanan menuju kediaman UAS untuk pertemuan.

Dalam pertemuan itu, UAS mengungkapkan bahwa Kapolri menanyakan pandangannya mengenai kondisi masyarakat saat ini. Menanggapi pertanyaan tersebut, UAS menyampaikan tiga poin utama.

Poin pertama berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan harga bahan pokok tetap terjangkau, biaya pendidikan lebih murah, lulusan sekolah memiliki peluang kerja, pelayanan kesehatan berjalan baik, serta masyarakat dapat beribadah dengan aman dan nyaman.

“Orang lapar, menganggur, sakit, kurang ibadah, mudah marah, Jenderal,” ujar UAS.

Poin kedua menyangkut penggunaan media sosial. UAS mengusulkan agar setiap orang hanya memiliki satu akun media sosial guna meminimalkan penyalahgunaan akun palsu atau fake account.

Menurutnya, akun palsu kerap menjadi sarana pelampiasan emosi dan berpotensi memperbesar penyebaran informasi negatif di ruang digital.

Poin ketiga adalah harapan agar para pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan kepada masyarakat.

UAS menilai pernyataan yang kurang tepat dapat memicu keresahan publik, terlebih ketika diperkuat oleh penyebaran informasi di media sosial. Dampak dari situasi tersebut, menurutnya, justru akan dihadapi langsung oleh anggota kepolisian yang bertugas di lapangan.

“Ketika terjadi ledakan di masyarakat, yang berhadapan langsung bukan pejabat, tetapi anggota polisi. Mereka juga manusia, punya keluarga, istri, anak, dan persoalan hidup,” ungkapnya.

Selain itu, UAS juga menyinggung program Green Policing yang selama ini dijalankan Polda Riau. Ia mengapresiasi kepedulian terhadap pelestarian lingkungan yang dinilai telah melibatkan sekolah, kampus, hingga berbagai institusi.

UAS berharap semangat tersebut tetap berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan di jajaran Polda Riau.

Menurutnya, pendekatan humanis yang dibangun aparat kepolisian kepada tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama juga perlu dipertahankan karena mampu mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat.

“Hubungan yang terbangun bukan sekadar antara aparat dengan masyarakat, tetapi hubungan kekeluargaan yang melekat di hati. Tradisi seperti ini harus terus dijaga,” tutup UAS. (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *