SALURANSATU.COM – JAKARTA – Pemerintah Arab Saudi memberikan jaminan keamanan penuh bagi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, meskipun eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah saat ini tengah meningkat.
Kepastian tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia dengan Ketua MPR RI, sejumlah tokoh nasional, serta pimpinan lembaga Islam di kediaman resmi Dubes Saudi, Jakarta, Rabu (15/4).
Ulama nasional Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) yang hadir dalam pertemuan tersebut menyatakan bahwa otoritas Arab Saudi berkomitmen menjaga stabilitas dan keamanan di dua kota suci, Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.
“Penyelenggaraan haji insya Allah tetap aman dan lancar. Keamanan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah Arab Saudi,” tegas UBN.
Dampak Ekonomi dan Kebijakan Biaya
Meski keamanan terjamin, UBN tidak menampik bahwa konflik di kawasan berdampak pada aspek ekonomi, khususnya kenaikan harga minyak dunia yang memicu pembengkakan biaya operasional haji.
Estimasi tambahan biaya diprediksi mencapai Rp 1,6 triliun hingga Rp 1,9 triliun. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena Pemerintah Indonesia telah memutuskan untuk tidak membebankan kenaikan tersebut kepada jemaah. Selisih biaya tersebut rencananya akan ditutup melalui alokasi anggaran negara.
Peran Strategis Indonesia
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, pihak Arab Saudi juga menyampaikan harapan agar Indonesia tetap konsisten mengambil posisi netral dan objektif dalam merespons dinamika di Timur Tengah.
Pertemuan tersebut juga menyoroti keprihatinan mendalam atas meningkatnya kekerasan di kawasan, termasuk situasi di sekitar Masjid Al-Aqsa. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dinilai memiliki peran strategis untuk mendorong sikap moderat dan konstruktif guna meredam ketegangan di panggung internasional.









