Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Krisis Air Kalianyar: Ketika Hak Dasar Warga Tersendat di Pipa Distribusi

mega career expo

SALURANSATU.COM – JAKARTA — Krisis air bersih kembali melanda Kelurahan Kalianyar, Tambora, Jakarta Barat. Dalam beberapa hari terakhir, ribuan warga mengeluhkan matinya aliran air PAM Jaya. Kalaupun mengalir, debit air dinilai terlalu kecil untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akibatnya, warga terpaksa mencari sumber air alternatif dengan membeli air galon tambahan atau menggunakan pasokan air dari pihak swasta yang lebih mahal.

Bagi warga, kondisi ini bukan lagi sekadar gangguan teknis, melainkan krisis air bersih yang berdampak langsung pada kesehatan, sanitasi, dan aktivitas harian masyarakat.

PAM Jaya telah mengirimkan empat mobil tangki air bersih ke lokasi terdampak. Namun, bantuan tersebut dinilai hanya solusi sementara.

Anggota LMK Kalianyar, Oki Septian, mengapresiasi respons cepat PAM Jaya, tetapi menegaskan warga membutuhkan solusi permanen.

“Kebutuhan masyarakat tidak bisa terus bergantung pada tangki air. Yang dibutuhkan adalah aliran air yang normal dan stabil di rumah masing-masing,” ujarnya.

Target Besar, Pelayanan Masih Dipertanyakan

Krisis ini memicu kritik terhadap ambisi PAM Jaya yang menargetkan IPO dan cakupan layanan 100 persen pada 2029.

Ketua RT setempat, Andi Nugroho, menilai target besar tersebut harus dibuktikan dengan kualitas layanan yang dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai target IPO dan layanan 100 persen hanya menjadi slogan. Bagaimana masyarakat bisa percaya jika kebutuhan paling mendasar masih bermasalah?” tegasnya.

Menurutnya, akses air bersih merupakan hak dasar warga yang tidak boleh dikorbankan oleh persoalan distribusi yang terus berulang.

“Kalianyar Sudah Darurat Air Bersih”

Ketua RT lainnya, Akram, bahkan menyebut kondisi saat ini sudah masuk kategori darurat air bersih.

“Kalau situasi seperti ini terus terjadi, Kalianyar sudah bisa disebut darurat air bersih,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa Tambora merupakan salah satu kawasan terpadat di Asia Tenggara sehingga ketersediaan air bersih seharusnya menjadi prioritas utama.

Warga Menuntut Solusi, Bukan Janji

Ketua RW 03 Kalianyar, Agus Sukardi, menegaskan pihaknya akan terus menyuarakan keluhan warga kepada PAM Jaya dan pemerintah daerah.

“Air bersih adalah hak dasar warga. Masyarakat berhak mendapatkan kepastian kapan masalah ini selesai dan bagaimana solusi permanennya,” ujarnya.

Krisis di Kalianyar kembali menimbulkan pertanyaan tentang kesiapan infrastruktur air bersih Jakarta di tengah pertumbuhan penduduk dan berbagai target ekspansi layanan.

Bagi warga, bantuan tangki air memang membantu. Namun yang mereka butuhkan bukan distribusi darurat yang berulang, melainkan kepastian bahwa air kembali mengalir secara normal.

Sebab ketika warga ibu kota kesulitan memperoleh air bersih, yang dipersoalkan bukan lagi gangguan teknis semata, melainkan komitmen penyedia layanan dan pemerintah dalam memenuhi hak dasar masyarakat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *