SALURANSATU.COM – Jakarta – Rasa syukur menyelimuti Robi Sabara setelah istrinya, Linda (48), berhasil menjalani operasi pengangkatan kista di Rumah Sakit Tarakan, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026). Setelah melalui proses pemeriksaan dan penanganan medis yang cukup panjang, kondisi Linda kini berangsur membaik dan tengah menjalani masa pemulihan pascaoperasi.
“Alhamdulillah kemarin hari Selasa tgl 2 Juni istri saya sudah dioperasi dari jam 8 pagi – 12.05 siang,” ungkap Robi, saat dihubungi, Rabu, (3/6/2026)
Menurutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, sang istri tidak hanya menjalani operasi pengangkatan kista, rahim, dan ovarium, tetapi juga ditemukan adanya gangguan pada usus buntu serta perlengketan kista pada bagian usus.
“ternyata ada usus buntu juga, perlengketan kista di usus sudah di bersihkan,” jelasnya.
Robi mengaku bersyukur karena hasil tindakan operasi menunjukkan kondisi yang lebih baik dari perkiraan. Tim dokter tidak perlu melakukan prosedur kolostomi atau pembuatan lubang pada usus besar untuk proses buang air besar melalui perut.
Pascaoperasi, Linda mulai sadar kembali sekitar pukul 15.00 WIB dan tidak memerlukan perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU).
“Tidak sampai masuk ruang ICU, karena kata suster kondisi istri dalam keadaan baik,” tuturnya.
Sebelumnya, Robi menceritakan bahwa istrinya telah lama menderita kista endometriosis dengan ukuran berdasarkan hasil USG mencapai 11 sentimeter. Linda sempat menjalani pemeriksaan dan pengobatan rawat jalan di RS Bhakti Mulia sebelum akhirnya dirujuk ke RS Pelni Petamburan pada Mei 2026.
Namun, di tengah proses pengobatan tersebut, kondisi Linda disebut terus memburuk dan mengalami nyeri yang semakin hebat.
“Karena istri sudah nggak kuat, kami datang tgl 12 Mei ke IGD RS Pelni, tapi disuruh pulang,” ungkapnya.
Robi menjelaskan, istrinya merupakan peserta BPJS Kesehatan Kelas 1 dan telah menjalani serangkaian pemeriksaan di Poli Obstetri dan Ginekologi RS Pelni sejak 13 Mei 2026, termasuk USG, rontgen, dan MRI yang dilakukan pada 16 Mei 2026.
Saat kontrol lanjutan pada 26 Mei 2026, dokter spesialis obstetri dan ginekologi di RS Pelni menyarankan agar Linda mendapatkan penanganan dari dokter spesialis onkologi.
“Kata dokter RS Pelni sudah harus ditangani dokter spesialis onkologi dan baru bisa ketemu dokter onkologi di tanggal 9 Juni,” tuturnya.
Menurut Robi, jadwal konsultasi yang masih cukup lama membuat keluarga khawatir karena kondisi istrinya terus menurun dan kesulitan menahan rasa sakit. Atas dasar itu, Linda kemudian dirujuk ke RS Tarakan Jakarta Pusat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Warga Kebon Jeruk ini mengungkapkan bahwa proses pelayanan di RS Tarakan berlangsung cepat, mulai dari pemeriksaan penunjang hingga tindakan operasi.
“Dari proses USG, tes lab, Rontgen, MRI cepat dilakukan tindakan operasi,” ungkapnya.
Kini, keluarga merasa lega setelah operasi berjalan lancar dan kondisi Linda terus menunjukkan perkembangan positif.
“Alhamdulillah sekarang istri sedang pemulihan pasca operasi,” lanjutnya bahagia.
Robi juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu proses penanganan kesehatan istrinya, khususnya kepada Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, H Abdul Aziz.
“Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Abdul Aziz dan seluruh manajemen dan dokter RS Tarakan,” ungkapnya penuh haru.
Menurutnya, dukungan dan bantuan yang diberikan sangat berarti bagi keluarganya dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat.









