Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Proyek Rp3,9 Miliar Bermasalah, Vendor Mengaku Tak Dibayar!

mega career expo

SALURANSATU.COM – Jakarta – Sejumlah karyawan yang tergabung dalam PT Manunggal Daya Utama menggelar aksi demonstrasi di Gedung Sovereign Plaza, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk tuntutan atas pembayaran pekerjaan yang disebut telah lama tertunda dari PT Trusur Unggul Teknusa beserta anak perusahaannya, PT Pakar Sinergi Tangkas, yang bergerak di bidang layanan pengukuran kualitas udara dan air bersih di bawah naungan Green Teams Group.

Koordinator aksi, Fharis, menyampaikan bahwa pihaknya menduga adanya praktik tidak transparan dalam proses pembayaran kepada vendor yang telah menyelesaikan pekerjaan.

Menurut Fharis, kasus ini bermula pada tahun 2024 ketika Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia mengadakan lelang perawatan peralatan stasiun pemantau kualitas udara dengan nilai sekitar Rp3,9 miliar. Proyek tersebut dimenangkan oleh PT Trusur Unggul Teknusa, yang kemudian mensubkontrakkan pekerjaan kepada anak perusahaannya, PT Pakar Sinergi Tangkas.

Ia juga mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut sebelumnya pernah masuk daftar hitam Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akibat performa yang dinilai tidak profesional.

“Yang menjadi masalah ketika PT Pakar Sinergi Tangkas kembali mensubkon pekerjaan kepada PT Manunggal Daya Utama,” terang Fharis dalam rilis tertulis yang diterima redaksi saluransatu.com.

Permasalahan semakin berlarut ketika proses pembayaran tidak kunjung terealisasi. Selain itu, disebutkan adanya pergantian direksi di tingkat induk maupun anak perusahaan yang dinilai sebagai upaya menghindari tanggung jawab pembayaran.

“Sikap Kementerian pun seolah cuci tangan padahal mereka tau Green Teams dan Pakar Sinergi Tangkas dari awal bermasalah,” tandasnya.

Kondisi tersebut mendorong karyawan beserta keluarga besar PT Manunggal Daya Utama turun ke jalan untuk menuntut hak mereka. Mereka berharap pembayaran segera dilakukan guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari serta melunasi utang yang disebut terus menumpuk.

Laporan: Muhammad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *