Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

KAMMI Luncurkan Gerakan Nasional “Satu Kader, Satu Potensi” Bersama STIFIn

mega career expo

SALURANSATU.COM – Surabaya — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) resmi meluncurkan Gerakan Nasional “Satu Kader, Satu Potensi” dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II KAMMI yang diselenggarakan di Gedung BPSDM Surabaya. Gerakan ini merupakan kolaborasi strategis antara KAMMI dan STIFIn Genetika Ekselensia sebagai langkah konkret penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) kader menuju Indonesia Emas 2045.

Gerakan Nasional “Satu Kader, Satu Potensi” dirancang sebagai program pemetaan dan pengembangan potensi kader berbasis metode STIFIn, yang menekankan pendekatan kecerdasan genetik secara terukur, presisi, dan berkelanjutan. Program ini menjadi fondasi strategis dalam sistem kaderisasi dan kepemimpinan KAMMI secara nasional.

Direktur STIFIn Genetika Ekselensia, Solver Reza, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memiliki makna strategis dalam upaya pengembangan potensi individu.

“Program ini bukan sekadar pemberian lisensi Promotor STIFIn bagi kader KAMMI, melainkan ikhtiar untuk membangun kesadaran bahwa setiap manusia memiliki kecerdasan genetik yang unik. Potensi tersebut perlu ditemukan, difasilitasi, dan dikembangkan agar memberikan dampak nyata bagi diri dan lingkungan,” ujar Reza.

Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah, menegaskan bahwa tantangan kaderisasi saat ini menuntut pendekatan yang lebih presisi dan bertanggung jawab.

“KAMMI tidak cukup hanya melahirkan aktivis yang tangguh di lapangan. Kita harus mencetak kader yang mengenal dirinya, memahami potensinya, dan siap menjadi SDM unggul bagi bangsa. Gerakan ‘Satu Kader, Satu Potensi’ merupakan langkah strategis untuk memastikan kader KAMMI tumbuh secara optimal dan siap menjawab tantangan masa depan,” tegas Jundi.

Sementara itu, Ketua Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Sosial (PSDMS) PP KAMMI, Devi, menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari agenda besar peningkatan kualitas SDM KAMMI secara nasional.

“Kerja sama KAMMI dan STIFIn kami rancang sebagai tool nasional yang baku, sistematis, dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, pengembangan, penugasan, dan kepemimpinan kader ke depan dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berdampak,” ujarnya.

Dari aspek pembinaan kader, Ketua Badan Pembinaan Kader (BPK) PP KAMMI, Kholid, menegaskan pentingnya pemetaan potensi sebagai fondasi kaderisasi yang efektif.

“Pembinaan kader akan jauh lebih kuat ketika dimulai dari pemahaman potensi. Melalui kolaborasi ini, BPK bersama PSDMS dapat membina kader sesuai dengan kekuatan alaminya, sehingga kaderisasi KAMMI menjadi lebih terarah, efektif, dan berkelanjutan,” jelas Kholid.

Gerakan Nasional “Satu Kader, Satu Potensi” akan diimplementasikan secara bertahap dan sistematis di seluruh struktur KAMMI, mulai dari tingkat pusat hingga komisariat. Selain pemetaan potensi kader, program ini juga membuka ruang pengembangan profesional melalui skema Promotor STIFIn, sebagai bagian dari penguatan kapasitas, kemandirian, dan kontribusi kader.

Peluncuran gerakan ini menandai babak baru kaderisasi KAMMI dalam memastikan setiap kader memiliki jalur pengembangan yang presisi. KAMMI optimistis dapat berkontribusi nyata dalam melahirkan SDM unggul, berintegritas, dan visioner, sejalan dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *