SALURANSATU.COM — JAKARTA – Ketua DPRD DKI Jakarta, Suhud Alynudin, menegaskan dukungannya terhadap pembangunan jaringan air bersih di Jakarta. Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan proyek dilakukan secara lebih tertib, tepat waktu, serta mengutamakan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang terdampak.
Menurut Suhud, berbagai keluhan warga harus menjadi perhatian serius pemerintah dan pelaksana proyek. Masyarakat mengeluhkan kemacetan, kebisingan, penyempitan badan jalan, hingga sejumlah insiden kecelakaan yang diduga berkaitan dengan proyek galian di sejumlah ruas jalan, seperti Jalan Raya Condet, Jalan Raya Tengah, Jalan H. Ali, Jalan Komseko, kawasan Pasar Rebo, dan Jalan Raya Bogor.
“Pembangunan air bersih tentu kita dukung karena manfaatnya besar bagi masyarakat. Namun, pelaksanaannya juga harus memperhatikan dampak di lapangan agar warga tidak terus-menerus dirugikan,” ujar Suhud.
Ia menilai pemerintah bersama pelaksana proyek perlu memberikan kepastian terkait target penyelesaian pekerjaan. Menurutnya, proyek yang berlangsung terlalu lama hanya akan menambah beban masyarakat, terutama pengguna jalan dan pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Harus ada kejelasan target penyelesaian dan pekerjaan dipercepat semaksimal mungkin. Jangan sampai proyek berkepanjangan dan menimbulkan keluhan yang terus berulang,” katanya.
Selain percepatan pekerjaan, Suhud juga menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan. Ia meminta seluruh area proyek dilengkapi pengaman, rambu-rambu, serta penerangan yang memadai untuk mencegah terjadinya kecelakaan.
“Keselamatan warga harus menjadi prioritas. Pengamanan lokasi proyek tidak boleh diabaikan karena menyangkut nyawa dan keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.
Suhud juga meminta adanya perhatian terhadap warga yang terdampak langsung akibat aktivitas proyek, termasuk mereka yang mengalami gangguan usaha maupun akses lingkungan.
“Kalau memang ada warga yang terdampak langsung dan mengalami kerugian, perlu dipikirkan bentuk kompensasi atau solusi yang adil agar masyarakat tetap merasa diperhatikan,” tambahnya.
Ia berharap seluruh pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh agar pembangunan jaringan air bersih tetap berjalan sesuai target tanpa mengorbankan keselamatan, kenyamanan, maupun aktivitas masyarakat.
“Kita ingin proyek ini berhasil, layanan air bersih meningkat, tetapi warga juga tetap aman, nyaman, dan tidak merasa ditinggalkan selama proses pembangunan berlangsung,” pungkas Suhud.









