Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Prof. Euis Sunarti Terus Kembangkan Inovasi Sosial Kampung Ramah Keluarga

mega career expo

SALURANSATU.COM – Okinawa, Jepang, 8 Oktober 2026 — Berbagai persoalan keluarga yang semakin kompleks menuntut pendekatan yang tidak hanya memperkuat kapasitas keluarga, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan keluarga. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., Guru Besar Fakultas Ekologi Manusia IPB University sekaligus inovator model Kampung Ramah Keluarga (KRK), terus mengembangkan inovasi sosial berbasis lingkungan kampung untuk memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga.

Pengembangan KRK menjadi bagian dari kegiatan Fellowship Peningkatan Kapasitas Inovator IPB melalui program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks Project (PRIME STeP) IPB Tahun 2026 di Jepang, dengan pengayaan gagasan melalui kerja sama bersama University of the Ryukyus dan Chiba University, Jepang.

KRK dikembangkan dengan pemahaman bahwa semakin banyaknya tekanan, tantangan, tuntutan yang dihadapi keluarga juga keterbatasan dukungan sosial dapat meningkatkan kerentanan keluarga. Kondisi lingkungan tempat tinggal turut berperan dalam membentuk pengalaman dan kesejahteraan keluarga sehari-hari. Karena itu, kampung perlu dipandang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang sosial yang dapat menjadi sumber dukungan dan penguatan ketahanan keluarga.

Pengembangan KRK diarahkan untuk menjadikan lingkungan kampung lebih aman, nyaman, dan mendukung interaksi sosial. Halaman rumah, jalur lingkungan, ruang komunal, dan area hijau berskala kecil dapat dimanfaatkan untuk aktivitas bersama, pembelajaran, serta interaksi lintas generasi.

Lingkungan ramah keluarga juga berpotensi mendukung kesehatan mental dengan menyediakan ruang untuk berinteraksi, beraktivitas, dan melepaskan beban dari tekanan keseharian. KRK tidak hanya berorientasi pada penataan fisik lingkungan, tetapi juga pada penguatan dukungan sosial dan pencegahan meningkatnya kerentanan keluarga.

Melalui fellowship di Jepang, pengembangan KRK diperkaya dengan pembelajaran mengenai lingkungan dan lanskap yang mendukung kehidupan masyarakat. Kerja sama dengan University of the Ryukyus dan Chiba University diharapkan membuka peluang pengembangan inovasi sosial yang kontekstual bagi Indonesia, sehingga lingkungan kampung dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan, kesehatan mental, dan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *