SALURANSATU.COM – Pekalongan – Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) menjalin kerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Perbedaan latar belakang organisasi antara Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama tidak menjadi penghalang bagi kedua perguruan tinggi tersebut untuk membangun sinergi melalui penandatanganan MoU dan MoA.
Kerja sama tersebut ditandatangani langsung oleh Dekan FPAI UIN KH. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Prof. Dr. Muhlisin Salim, serta Direktur Pascasarjana UM Indonesia, Dr. Pauzan Haryono, dalam kegiatan International Conference on Islam and Education (ICONIE) yang diselenggarakan pada 18–19 Mei 2026 di Pekalongan.
Dalam konferensi internasional yang digelar oleh Universitas Gus Dur Pekalongan tersebut, Pascasarjana UM Indonesia melalui Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam dan Magister Pendidikan Islam mengirimkan sebanyak 90 mahasiswa untuk hadir sekaligus menjadi presenter.
Kegiatan ini merupakan bentuk outing class dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa, memperluas wawasan global, serta melatih keterampilan berbicara di forum internasional. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kerja sama antara kedua universitas.
Salah satu dosen Pascasarjana UM Indonesia, Prof. Dr. Baharuddin, M.Pd.I., menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam konferensi internasional saat ini menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan kompetensi global mahasiswa.
“Kegiatan menghadirkan mahasiswa dalam konferensi internasional seperti ini menjadi keharusan untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa berkelas global. Banyak pengetahuan, keterampilan, dan kepribadian positif yang terbentuk sehingga kualitas lulusan menjadi lebih maju,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman internasional tersebut juga akan menjadi prestasi tersendiri bagi mahasiswa, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Berdasarkan testimoni para mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut, mereka mengaku sangat menikmati pengalaman tersebut karena terbangun kebersamaan antara mahasiswa dan dosen, sekaligus menumbuhkan keberanian tampil dalam forum internasional yang sebelumnya tidak pernah mereka bayangkan.
Para mahasiswa juga mengungkapkan bahwa anggapan kuliah S2 itu melelahkan ternyata tidak sepenuhnya benar. Mereka justru merasakan bahwa perkuliahan di Pascasarjana UM Indonesia berlangsung menyenangkan dan membangun semangat belajar.
Hal ini menunjukkan bahwa Pascasarjana UM Indonesia menerapkan konsep fun learning dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran yang menyenangkan tersebut tidak hanya relevan untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), tetapi juga penting diterapkan pada semua jenjang pendidikan karena mampu membantu membangun kecerdasan, kreativitas, dan motivasi belajar.
Melalui pendekatan pembelajaran yang relevan dan menyenangkan, Pascasarjana UM Indonesia berharap dapat mengubah pandangan masyarakat agar tidak takut melanjutkan pendidikan ke jenjang magister.
Selain itu, UM Indonesia juga menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi toleransi dan tidak mempermasalahkan perbedaan latar belakang organisasi. Fokus utama UM Indonesia adalah menghasilkan lulusan yang unggul, berdaya saing global, serta memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. (*)









