Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Aktivis Kemanusiaan Ahmad Zaki Ali Dikabarkan Meninggal Dunia Saat Bertugas di NTT

mega career expo

SALURANSATU.COM, NTT – Kabar duka menyelimuti dunia relawan dan aktivis kemanusiaan. Founder sekaligus aktivis kemanusiaan Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, dikabarkan meninggal dunia di Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat siang (21/8/2026).

Kabar tersebut disampaikan melalui media sosial oleh Selo Ruwandanu Goenanto. Dalam unggahannya, Selo menyampaikan kesedihan sekaligus doa atas kepergian Ahmad Zaki Ali.

“Yaa Allah Zakiiii.. Ahmad Zaki Ali. Allahumaghfirlahu warhamhu wa’afii wafuanhu.. sampe ketemu di surga Allah yaa Zaakkk,” tulis Selo Ruwandanu Goenanto melalui akun Facebooknya yang tersebar di media sosial.

Berdasarkan informasi yang beredar, diduga Zaki meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung secara mendadak. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit setempat, namun nyawanya tidak tertolong.

“Barusan banget denger kabar beliau kolaps dan gak ketolong di rumah sakit posisi di NTT. Satu posko baremg AQL Humanity,” jelasnya.

Sebelum meninggal dunia, Zaki diketahui berada di NTT bersama para relawan dan aktivis kemanusiaan untuk memberikan bantuan kepada para penyintas bencana gempa yang terjadi di wilayah tersebut.

Bahkan, beberapa jam sebelum kabar duka itu beredar, Zaki masih aktif membagikan aktivitas kemanusiaannya melalui akun media sosial pribadinya. Ia mengunggah sejumlah dokumentasi saat menelusuri wilayah terdampak bencana di daerah Reo, NTT.

Salah satu unggahan Zaki memperlihatkan kondisi gudang Bulog yang runtuh dan hancur akibat gempa. Dalam unggahan tersebut, Zaki menyampaikan sebuah pelajaran tentang kejujuran dan kepedulian yang ia temukan di tengah kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

Meski masih terdapat beras di gudang Bulog yang mengalami kerusakan, masyarakat disebut tidak mengambilnya secara sembarangan meski berada dalam kondisi membutuhkan.

“Dari Penyintas Gempa NTT di Reo kita belajar, Jangan Makan yang bukan Hak,” tulis Zaki di akun Facebook pribadinya Ahmad Zaki Ali.

Pesan tersebut menjadi salah satu unggahan terakhir Zaki sebelum kabar kepergiannya menyebar dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, relawan, serta para aktivis kemanusiaan yang selama ini mengenalnya.

Ungkapan belasungkawa dan doa pun membanjiri akun media sosial Ahmad Zaki Ali. Sejumlah warganet dan rekan seperjuangannya mengenang sosok Zaki sebagai pribadi yang berdedikasi dalam kegiatan kemanusiaan.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun. Allohummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu.Ya Alloh terimalah amal baik beliau dan ampunkan semua salah khilaf dan dosa beliau. Tempatkanlah bang Zaki di surgaMu ya Alloh. Al Fatihah untuk bang Zaki,” tulis Upit Firly.

“Innalillahi Wainnailaihi rojiun, saya bersaksi beliau mujahid pembela ISLAM dan kemanusiaan.Insha Allah surga yang pantas buat Allohu yarham,” tulis Rulli Bagus.

“Innalillahi wainnailaihi rojiuun.. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Lahul Faatihah. Sy bersaksi almarhum orang baik,” tulis Agus Salim.

Kepergian Ahmad Zaki Ali menjadi kehilangan bagi dunia relawan dan kemanusiaan. Dedikasinya dalam mendampingi serta membantu masyarakat terdampak bencana diharapkan menjadi amal kebaikan yang terus dikenang.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum Ahmad Zaki Ali mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan seluruh amal kebaikannya diterima sebagai amal jariyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *