Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

SMART 171: Permintaan Disarmament Hamas Setara Meminta Bung Tomo Menyerah

mega career expo

SALURANSATU.COM – Bandung – SMART 171 menyatakan penolakan tegas terhadap sikap Indonesia yang mendukung Deklarasi New York, yang dinilai memuat agenda pemaksaan perlucutan senjata terhadap Hamas sebagai prasyarat perdamaian di Jalur Gaza. Organisasi ini menilai dukungan tersebut bertentangan dengan prinsip dasar konstitusi Indonesia, khususnya penolakan terhadap segala bentuk penjajahan.

Menurut Direktur SMART 171, Dr. Maimon Herawati, M.Litt, permintaan agar Hamas meletakkan senjata sama saja dengan meminta Bung Tomo dan pejuang Surabaya menyerah kepada Belanda pada tahun 1945. “Sebagaimana Indonesia menolak menyerahkan kedaulatan kepada penjajah, demikian pula rakyat Palestina memiliki hak untuk melakukan perlawanan demi mempertahankan tanah air, kehormatan, dan kehidupan mereka,” ujarnya dalam keterangannya Rabu (6/8/2025).

Deklarasi New York sendiri merupakan hasil mufakat antara Prancis, Arab Saudi, Qatar, Mesir, dan Yordania. Dokumen ini mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 dan juga mengutuk blokade serta serangan militer Israel yang menyebabkan lebih dari 60.000 warga sipil Palestina tewas. Salah satu poin yang kontroversial adalah desakan agar Hamas melucuti senjata dan menyerahkan kendali Gaza kepada Otoritas Palestina di bawah Mahmoud Abbas.

SMART 171 menilai, tekanan untuk melucuti senjata tanpa menjamin perlindungan rakyat Palestina hanya akan membuat mereka semakin rentan terhadap genosida dan kekerasan yang dilakukan Israel. “Menekan Hamas untuk melucuti senjata tanpa menjamin keselamatan rakyat Palestina, sama saja dengan membiarkan mereka dibantai tanpa pembelaan,” tegas Maimon.

Ia juga menyoroti peran Otoritas Palestina yang mengelola Tepi Barat, yang menurutnya telah beberapa kali bekerja sama dengan pasukan penjajah dalam membendung perjuangan rakyat Palestina. “Polisi Otoritas Palestina menyerang Jenin, Tulkarim, dan Tubas, bahkan membongkar jebakan ranjau yang ditujukan untuk pasukan Israel. Mereka kini dipandang sebagai perpanjangan tangan Israel,” kata Maimon.

Lebih lanjut, SMART 171 menolak segala bentuk narasi yang menyamakan posisi antara penjajah dan korban penjajahan. Pihaknya mendesak pemerintah Indonesia untuk:

1. Menghentikan dukungan terhadap agenda disarmament yang timpang;
2. Berdiri bersama perjuangan rakyat Palestina, sebagaimana dunia dulu berdiri bersama Indonesia saat melawan kolonialisme;
3. Mendukung diplomasi dan advokasi internasional yang menjamin hak rakyat Palestina untuk membela diri dan meraih kemerdekaan seutuhnya.

“Dukungan Indonesia terhadap Deklarasi New York merupakan bentuk pengkhianatan terhadap semangat UUD 1945 yang secara tegas menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *