Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

KPAI Minta Evaluasi Menyeluruh Program Makan Bergizi Gratis Usai Kasus Keracunan Anak PAUD Meningkat

mega career expo

SALURANSATU.COM – Jakarta, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah maraknya kasus keracunan makanan yang menimpa anak-anak, terutama di usia PAUD. Kasus keracunan massal yang terus meningkat dianggap sudah tidak dapat ditolerir lagi.

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa daya tahan tubuh anak usia dini sangat berbeda dengan orang dewasa sehingga risiko keracunan makanan jauh lebih berbahaya. Kondisi ini diperparah oleh kurangnya perhatian dan kesadaran dari lingkungan keluarga serta sulitnya mendeskripsikan gejala kesehatan oleh anak-anak.

“KPAI mencatat peningkatan kasus keracunan dalam program MBG, yang justru menunjukkan pengawasan belum optimal. Pemerintah harus menghentikan sementara program ini hingga instrumen panduan dan pengawasan dari Badan Gizi Nasional (BGN) benar-benar dijalankan dengan baik,” tegas Jasra.

Ia menambahkan bahwa program MBG yang berjalan dengan target besar tanpa pengawasan ketat ibarat “mobil yang melaju kencang tanpa penglihatan jelas ke depan”. Oleh karena itu, perlu dilakukan rem sejenak untuk memastikan kualitas dan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak.

Selain itu, KPAI bersama CISDI dan WVI menggelar Survei Suara Anak terhadap 1.624 responden di 12 provinsi selama April hingga Agustus 2025. Hasil survei mengungkapkan banyak anak menerima makanan MBG yang sudah rusak, bau, atau basi. Bahkan, sebagian anak tetap mengonsumsi makanan tersebut karena berbagai alasan.

Temuan lain dari anak-anak penerima MBG mencakup permintaan agar petugas program lebih sering berdialog dengan siswa untuk meningkatkan kualitas makanan dan penyajiannya, serta menjaga kebersihan tempat makan. Anak-anak juga meminta edukasi gizi yang lebih intensif agar mereka dan orang tua memahami pentingnya makanan bergizi.

Dari hasil survei, KPAI merangkum empat poin penting:

1. Pemahaman MBG masih terlalu fokus pada aspek ekonomi, sementara kualitas higienitas dan penyajian makanan lebih krusial.
2. Anak-anak menikmati budaya makan bersama, namun kecewa dengan kualitas dan waktu penyajian makanan.
3. Keamanan pangan dan kebersihan masih menjadi masalah serius, sejalan dengan laporan kasus keracunan.
4. Edukasi gizi harus diprioritaskan agar anak-anak memahami manfaat makan bergizi secara menyeluruh, bukan hanya sebagai seruan formalitas.

KPAI menegaskan bahwa prinsip perlindungan anak seperti non-diskriminasi, kepentingan terbaik anak, dan penghargaan terhadap pendapat anak harus menjadi pedoman utama dalam pelaksanaan program MBG. Pemerintah wajib menjamin hak anak atas makanan bergizi yang aman, berkualitas, dan bertanggung jawab atas kasus keracunan yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *