Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

H. Iwan Rimawan, Anggota DPRD Kubu Raya yang Tetap Berkebun dan Menjaga Warung Sembako

mega career expo

SALURANSATU.COM, Kalimantan Barat – Di tengah pandangan bahwa seorang anggota legislatif identik dengan kehidupan mapan dan kemewahan, H. Iwan Rimawan justru menunjukkan wajah lain dari seorang wakil rakyat. Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, itu tetap menjalani profesinya sebagai tukang kebun sekaligus menjaga warung sembako milik keluarga.

Rutinitas tersebut dijalani Iwan hampir setiap hari. Pagi ia memulai aktivitas di kebun, siang menghadiri rapat bersama organisasi perangkat daerah (OPD) dan menjalankan tugas sebagai legislator, kemudian malam hari kembali melayani pembeli di warung sembako.

Aktivitas kesehariannya kerap ia bagikan melalui akun Facebook pribadinya. Bagi Iwan, bekerja di kebun bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan bentuk tanggung jawab sebagai kepala keluarga yang tidak boleh ditinggalkan meski telah dipercaya masyarakat menjadi anggota DPRD.

“Alhamdulillah bisa menjalani aktivitas seperti ini. Pagi hari saya ke kebun, siang ke kantor rapat dengan kepala dinas dan lainnya (tadi siang dengan Dinkes), malam mampir ke toko,” tulis Iwan.

Kesederhanaannya bahkan menjadi bahan candaan di kalangan rekan-rekan sesama anggota dewan maupun pejabat pemerintah daerah. Namun candaan tersebut justru ia anggap sebagai bagian dari dinamika kehidupan.

“Maka ada lelucon dari kawan-kawan. Pagi hari jadi tukang kebun, siang anggota dewan,” katanya.

Meski memiliki usaha kebun dan warung sembako, Iwan menegaskan amanah sebagai wakil rakyat tetap menjadi prioritas utama. Seluruh aktivitas pribadinya akan ditinggalkan apabila ada agenda menyerap aspirasi masyarakat atau kunjungan kerja bersama warga.

“Saudara, beginilah aktivitas saya sehabis pulang kantor. Pagi saya ke kebun, siang rapat dengan dinas terkait dan pulangnya mampir ke toko,” ungkapnya.

Menurut Iwan, pekerjaan apa pun tidak akan mengurangi kehormatan seseorang selama dilakukan secara halal dan penuh tanggung jawab. Justru kerja keras menjadi bagian dari ikhtiarnya untuk menafkahi keluarga sekaligus mengemban amanah masyarakat.

“Tapi aktivitas ini akan berubah apabila ada pertemuan dengan warga menyerap aspirasi dan menampung keluhan dari warga yang kita datangi,” tegasnya.

Di sela kesibukannya, Iwan juga memperkenalkan warung sembako yang baru dirintis sebagai salah satu sumber penghasilan keluarga.

“Inilah toko saya yang baru. Menjual sembako dan bensin. Ayo yang mau silakan mampir,” ujarnya.

Bagi Iwan, jabatan bukanlah alasan untuk berhenti bekerja. Ia meyakini bahwa rezeki yang diperoleh dari usaha yang halal, disertai pengabdian kepada masyarakat, akan menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.

“Semoga aktivitas seperti ini membawa keberkahan bagi saya dan keluarga. Mohon doa, semoga sukses,” tuturnya.

Kisah H. Iwan Rimawan menjadi pengingat bahwa jabatan publik tidak selalu identik dengan kemewahan. Di balik kursi legislatif, masih ada sosok yang memilih tetap membumi—mengawali hari dengan cangkul di tangan, menjalankan amanah rakyat di ruang rapat, lalu menutup hari dengan melayani pembeli di warung sederhana. Sebuah potret bahwa integritas, kerja keras, dan kesederhanaan masih hidup di tengah dunia politik Indonesia. (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *