SALURANSATU.COM – Jakarta, 9 Mei 2026 – Suasana hangat memenuhi Bagi Kopi, Setu, Cipayung, dalam kegiatan diskusi bertajuk “Gaza: Dua Pertanyaan, Satu Realita”. Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni Bang Amar Ar-Risalah dan Ustaz Muhammad Syarief, yang membahas berbagai realitas yang terjadi di Palestina serta menjawab keresahan peserta terkait kondisi di Gaza.
Diskusi dibuka dengan pemaparan Bang Amar mengenai kebijakan baru yang diterapkan oleh penjajah Israel. Ia menjelaskan bahwa aturan tersebut memberikan perlindungan kepada pemukim ilegal Israel di tanah Palestina. Kebijakan itu dinilai menjadi bagian dari upaya perampasan tanah milik warga Palestina untuk pembangunan permukiman bagi warga Yahudi dari luar wilayah Palestina.
“Tindakan perampasan tanah dan pengusiran warga Palestina dilakukan melalui penetapan aturan yang sepihak,” jelas Bang Amar.
Ia juga menyoroti bahwa tindakan represif tersebut telah menjadi realitas yang terus berlangsung di Palestina. Warga Palestina, menurutnya, harus bertahan setiap hari demi mempertahankan tanah dan tempat tinggal mereka.

Sesi berikutnya dilanjutkan oleh Ustaz Muhammad Syarief selaku Ketua Bidang Program KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina). Dalam penyampaiannya, ia memperkenalkan KNRP sebagai lembaga kemanusiaan yang aktif menyalurkan bantuan bagi masyarakat Palestina.
“KNRP bersama para mitra terus menyalurkan bantuan kepada warga Palestina agar mereka dapat tetap bertahan di rumah dan tanah mereka,” ujarnya.
Ustaz Syarief menjelaskan bahwa bantuan disalurkan kepada penerima yang benar-benar membutuhkan, mulai dari keluarga korban kejahatan Israel, warga Palestina di sekitar Masjid Al-Aqsha, masyarakat di Jalur Gaza, lembaga Al-Qur’an beserta para pengajar dan penghafal Al-Qur’an, hingga perempuan dan anak-anak.
Selain itu, KNRP juga turut mendukung pembangunan masjid, rumah sakit, serta berbagai fasilitas umum lainnya di Palestina.
Diskusi ditutup dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif dan penuh antusiasme dari para peserta. Gaza Story Night diharapkan dapat terus menjadi ruang edukasi dan kepedulian terhadap Palestina melalui tema-tema menarik dan narasumber yang inspiratif pada kegiatan berikutnya.