Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Banyak Sekolah di Kabupaten Kupang Masih Minim Air Bersih dan Sanitasi Layak

mega career expo

SALURANSATU.COM, Kupang – Sejumlah sekolah di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menghadapi keterbatasan fasilitas air bersih, sarana cuci tangan yang layak, serta toilet yang belum memadai dibandingkan dengan jumlah siswa. Kondisi tersebut menjadi tantangan serius dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman.

Bupati Kupang, Yosef Lede, mengatakan persoalan tersebut dipengaruhi oleh masih minimnya fasilitas cuci tangan yang berfungsi dengan baik, keterbatasan akses air bersih, serta rendahnya pemahaman siswa mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Hal itu disampaikan Yosef saat membuka Pelatihan Air, Sanitasi, dan Kebersihan (Water, Sanitation and Hygiene/WASH) yang Inklusif dan Tangguh Iklim bagi kepala sekolah dan guru jenjang Sekolah Dasar (SD) serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Hotel Kristal Kupang, Rabu (1/7/2026).

Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Kupang bersama UNICEF Indonesia, Bank Kakao, dan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI).

Dalam sambutannya, Yosef meminta para kepala sekolah dan guru berperan aktif menyebarluaskan ilmu yang diperoleh selama pelatihan kepada siswa maupun masyarakat sekitar, khususnya terkait pentingnya menjaga kebersihan serta merawat fasilitas air bersih dan sanitasi di sekolah.

Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk terus meningkatkan kualitas fasilitas WASH melalui pengintegrasian kebutuhan tersebut ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Selain itu, pemerintah daerah akan menerbitkan surat edaran bupati sebagai pedoman pelaksanaan program WASH di seluruh sekolah di Kabupaten Kupang.

Sementara itu, WASH Specialist UNICEF Indonesia, Muhammad Zainal, mengungkapkan bahwa akses terhadap air bersih dan sanitasi layak di sekolah-sekolah Kabupaten Kupang masih menjadi tantangan besar.

“Data Dapodik tahun 2025 menunjukkan bahwa di NTT, akses air dari sumber yang layak tersedia sepanjang tahun di jenjang SD baru mencapai 50,1%, sementara di tingkat SMP berada di angka 59,7%. Yang lebih memprihatinkan, sanitasi yang layak, berfungsi dan terpisah untuk anak laki dan perempuan di tingkat SD baru menyentuh 28,5%, di mana kondisi ini berdampak pada kesehatan dan hasil pembelajaran anak di sekolah,” paparnya.

Menurut Zainal, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memastikan seluruh peserta didik memperoleh hak atas akses air bersih dan sanitasi yang layak agar dapat belajar di lingkungan yang sehat, aman, inklusif, dan ramah anak.

“UNICEF berkomitmen mendukung pemerintah untuk memastikan sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang memiliki fasilitas WASH yang berkualitas, inklusif dan tangguh terhadap perubahan iklim,” tegasnya.

Di sisi lain, Program Manager Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI), Tatang Husaini, menekankan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi juga dari implementasi nyata di sekolah.

Ia menegaskan YKMI akan mengambil peran strategis sebagai pendamping sekaligus pengawas dalam pelaksanaan program di lapangan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh sekolah-sekolah di Kabupaten Kupang.

“Komitmen kami bukan sekadar seremonial. YKMI akan mengawal dan memfasilitasi seluruh proses implementasi hasil pelatihan melalui program WASH in School atau WINS. Program ini akan memastikan tidak hanya perbaikan fasilitas WASH di sekolah, namun membantu membangun mindset dan perilaku hidup bersih benar-benar diterapkan oleh warga sekolah,” ujar Tatang.

Melalui pelatihan selama dua hari tersebut, para kepala sekolah dan guru diharapkan mampu memahami konsep WASH yang inklusif, berketahanan iklim, serta memperhatikan aspek gender, disabilitas, dan manajemen kebersihan menstruasi. Para peserta juga didorong menyusun rencana aksi yang dapat diterapkan di sekolah masing-masing.

Pelatihan diikuti 42 peserta yang berasal dari 15 SD dan 6 SMP di Kabupaten Kupang. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bapperida Kabupaten Kupang Paulus Liu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Nere Setiawan Lede, serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Provinsi NTT, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi NTT, dan Dinas Pertanian Kabupaten Kupang. (mj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *