SALURANSATU.COM – ISTANBUL, 12 Juni 2026 – Semangat kebangsaan dan kecintaan terhadap Tanah Air mewarnai agenda silaturahmi Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, bersama diaspora Indonesia di Istanbul, Turki. Bertempat di Menalo Hotel, kegiatan yang dihadiri sekitar 50 peserta tersebut menjadi ruang dialog antara tokoh nasional dengan pelajar Indonesia, pekerja migran Indonesia (PMI), masyarakat Aceh, tokoh komunitas, pelaku usaha, serta warga negara Turki yang memiliki kedekatan dengan Indonesia.
Turut mendampingi Surya Paloh dalam kegiatan tersebut sejumlah anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, di antaranya Prananda Surya Paloh, Felly Estelita Runtuwene, dan Ali Mazi, beserta rombongan yang tengah melakukan kunjungan kerja ke Turki.
Terselenggaranya pertemuan ini juga tidak terlepas dari peran Faridawaty Darland Atjeh, Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kalimantan Tengah, yang dalam beberapa bulan terakhir aktif membangun jejaring persahabatan dan kemitraan strategis di Turki. Berkat kedekatannya dengan diaspora Indonesia di Istanbul serta hubungan yang dibangun bersama unsur pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas lokal, dan masyarakat Indonesia di Turki, Faridawaty turut menjembatani serta mempersiapkan pertemuan antara Surya Paloh dan diaspora Indonesia.
Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Momentum tersebut dimanfaatkan para peserta untuk menyampaikan berbagai aspirasi secara langsung. Di balik setiap pandangan yang disampaikan, tergambar semangat anak-anak bangsa yang menempuh ribuan kilometer dari Indonesia untuk belajar, bekerja, dan mengabdikan kemampuan terbaiknya di luar negeri.
Salah satu isu utama yang mengemuka ialah tantangan lulusan Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di luar negeri. Sejumlah mahasiswa menyampaikan masih terbatasnya peluang kerja di Indonesia bagi lulusan luar negeri, meskipun mereka telah memiliki kompetensi, pengalaman internasional, dan jejaring global yang berpotensi mendukung pembangunan nasional. Diaspora juga berharap adanya perhatian lebih besar terhadap pengembangan karier lulusan Indonesia di luar negeri, baik melalui perluasan akses pekerjaan di Indonesia maupun pembukaan peluang profesional di Turki melalui jejaring bisnis dan kerja sama internasional.
Selain isu pendidikan dan ketenagakerjaan, peserta juga menyampaikan berbagai aspirasi lain, antara lain penguatan perlindungan WNI di luar negeri, pembentukan rumah singgah diaspora, dukungan terhadap kegiatan sosial dan kebudayaan, penyediaan ruang serbaguna bagi organisasi dan komunitas Indonesia di Turki, serta peningkatan kesejahteraan dan pendampingan bagi PMI. Aspirasi mengenai kewarganegaraan ganda (dwi kewarganegaraan) turut menjadi perhatian karena dinilai dapat memperkuat hubungan diaspora dengan Indonesia sekaligus meningkatkan kontribusi mereka bagi bangsa.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Surya Paloh menegaskan bahwa diaspora Indonesia merupakan aset strategis bangsa yang memiliki peran penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Menurutnya, para pelajar, pekerja, dan masyarakat Indonesia di luar negeri merupakan bagian dari kekuatan bangsa yang membawa nama baik Indonesia sekaligus membangun kapasitas, pengalaman, dan jejaring internasional yang bernilai bagi pembangunan nasional.
“Bangsa ini tidak boleh kehilangan anak-anak terbaiknya. Para pelajar, pekerja, dan masyarakat Indonesia di Turki adalah bagian dari kekuatan besar bangsa yang sedang mengukir prestasi sekaligus membawa nama baik Indonesia di dunia internasional. Menjadi kewajiban bersama untuk membuka ruang, menghadirkan dukungan, dan memastikan bahwa setiap ilmu, pengalaman, serta pengorbanan yang diperoleh di luar negeri dapat kembali menjadi sumbangsih nyata bagi kemajuan Indonesia. Sebab kemajuan bangsa hanya dapat diwujudkan apabila seluruh putra-putri terbaiknya mendapatkan kesempatan untuk berkarya dan mengabdi,” ujar Surya Paloh.
Silaturahmi tersebut menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal batas geografis. Meski berada ribuan kilometer dari Tanah Air, diaspora Indonesia tetap menjaga identitas, budaya, dan kecintaannya terhadap Indonesia. Mereka menjadi duta bangsa yang memperkenalkan nilai-nilai Indonesia kepada dunia sekaligus membangun jembatan persahabatan antara Indonesia dan Turki.
Partai NasDem menegaskan bahwa pertemuan ini tidak berhenti sebagai forum silaturahmi dan serap aspirasi semata. Berbagai masukan yang disampaikan pelajar, pekerja migran, dan diaspora Indonesia di Turki akan menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti melalui komunikasi dengan para pemangku kepentingan terkait.
Sejalan dengan semangat Gerakan Perubahan, berbagai aspirasi mengenai perluasan lapangan kerja bagi lulusan luar negeri, penguatan perlindungan WNI, dukungan terhadap kegiatan diaspora, pengembangan kerja sama Indonesia–Turki, hingga gagasan mengenai dwi kewarganegaraan akan terus menjadi bagian dari diskursus yang didorong dan diperjuangkan. Kehadiran Partai NasDem di tengah diaspora Indonesia tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga wujud komitmen untuk membuka peluang, menghadirkan solusi, dan memperkuat kontribusi anak bangsa bagi kemajuan Indonesia.
Penulis: Haritsah Mujahid (Mahasiswa Istanbul University)







