Moderat dan Mencerdaskan
Indeks
Opini  

Myth vs Fact: Menjawab Mitos-Mitos Seputar Qurban di Masyarakat

mega career expo

Oleh: KH Bachtiar Nasir
(Pembina AQL Qurban Care)

 

Ibadah kurban adalah syariat mulia yang sarat makna. Namun di tengah masyarakat, tidak sedikit mitos yang berkembang dan kadang membuat orang ragu atau salah dalam mempraktikkannya. Penting untuk meluruskan pemahaman agar qurban dilakukan sesuai tuntunan.

Mitos 1: Kurban hanya untuk orang kaya

Faktanya, kurban memang disyariatkan bagi yang mampu, bukan hanya “orang kaya”. Ukuran mampu bersifat relatif. Banyak orang dengan penghasilan sederhana tetap bisa berkurban dengan menabung atau patungan. Dalam syariat, satu ekor sapi bisa untuk tujuh orang. Ini menunjukkan bahwa kurban adalah ibadah yang terbuka bagi siapa saja yang berusaha.

Mitos 2: Semakin mahal hewan, semakin pasti diterima

Fakta: yang Allah nilai bukan harga, tetapi ketakwaan. Dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa yang sampai kepada Allah adalah ketakwaan, bukan daging dan darahnya. Hewan yang baik memang dianjurkan, tetapi tanpa keikhlasan, nilainya bisa kosong.

Mitos 3: Kurban boleh dengan beli daging ke pasar tanpa penyembelihan

Fakta: kurban adalah ibadah khusus yang memiliki tata cara tertentu, termasuk penyembelihan. Membeli daging tanpa ada proses sembelih tidak memenuhi hakikat ibadah kurban. Berbeda dengan sedekah, kurban memiliki bentuk yang telah ditentukan.

Mitos 4: Tidak boleh makan daging kurban sendiri

Fakta: justru dianjurkan untuk makan sebagian dari daging kurban. Ini menunjukkan keseimbangan antara ibadah pribadi dan kepedulian sosial. Namun dalam kondisi tertentu, ada kurban yang hukumnya wajib seperti hewan nazar atau hadyu (dam) bagi jamaah haji tamattu’ dan qirān. Dalam mazhab Syafi’i, untuk jenis kurban wajib ini, pekurban tidak boleh memakan dagingnya sama sekali. Seluruhnya harus disalurkan kepada yang berhak.

Mitos 5: Kurban hanya tradisi tahunan

Fakta: kurban adalah ibadah dengan akar tauhid yang dalam, meneladani pengorbanan Nabi Ibrahim. Ia bukan sekadar rutinitas, tetapi simbol ketaatan dan keikhlasan.

Kesalahan memahami kurban bisa mengurangi nilai ibadah itu sendiri. Karena itu, penting untuk merujuk kepada sumber yang benar dan penjelasan ulama.

Pada akhirnya, kurban bukan tentang mengikuti kebiasaan masyarakat, tetapi mengikuti tuntunan syariat.

Bedakan antara mitos dan fakta, agar qurban kita tidak hanya sah, tetapi juga bernilai di sisi Allah.

Sumber: Al-Majmūʿ Syarḥ al-Muhażżab

============

🐄 AQL Qurban Care: Kurban Terbaik, Manfaat Terluas

Tunaikan kurban Anda bersama AQL Qurban Care: amanah, tepat sasaran, dan penuh keberkahan.

📲 WA: 0857 1873 5254
📸 IG: @aql.qurbancare
🌐 www.qurbancare.org

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *