Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

NGOBRAS Rimpang & Relaksasi Duduk, Klinik GSS Gandeng UHAMKA Edukasi Warga Pakulonan

mega career expo

SALURANSATU.COM – Tangerang Selatan – Dapur rumah ternyata menyimpan rahasia kesehatan! Jahe, kunyit, kencur, dan rempah-rempah lain yang biasa dipakai memasak bisa menjadi “obat keluarga” untuk mencegah penyakit. Pesan itu menggema dalam kegiatan NGOBRAS – Ngobrol dan Bahas Rimpang Sehat yang digelar Klinik Griya Sehat Santhosa (GSS) bersama Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) di Alam Sutera, Rabu lalu,(3/9/2025).

Tak hanya belajar teori, para ibu-ibu kader kesehatan yang hadir juga diajak bermain tebak rimpang, lomba yel-yel, hingga praktik relaksasi duduk yang dipandu langsung tenaga kesehatan tradisional. Suasana hangat dan interaktif membuat acara edukasi ini terasa seperti kelas kesehatan yang menyenangkan.

Pilihan seseorang untuk mengobati penyakit tidak selalu dilakukan dengan pengobatan modern atau konvensional. Pengobatan tradisional kerap menjadi alternatif. Keputusan tersebut bisa datang dari individu itu sendiri maupun dorongan keluarga yang tengah mengalami gangguan kesehatan.

Beberapa alasan masyarakat memilih layanan kesehatan tradisional antara lain karena efek samping obat herbal dinilai lebih kecil dibandingkan obat kimia, ramah lingkungan, biaya lebih terjangkau, dan mudah diperoleh. Bahan-bahan herbal bahkan tersedia di sekitar lingkungan, termasuk di dapur, seperti jahe, kunyit, lengkuas, kencur, dan rempah-rempah lainnya. Hal ini disampaikan oleh Dr. Apt. Rini Prastiwi, M.Si, sebagai bentuk edukasi kepada para ibu kader kesehatan Kelurahan Pakulonan, Tangerang Selatan.

Edukasi ini merupakan bagian dari kegiatan sosialisasi layanan Traditional Chinese Medicine di Klinik Griya Sehat Santhosa (GSS) yang berlokasi di Ruko Sutera Niaga, Alam Sutera, Tangerang Selatan. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) sebagai wujud pengabdian masyarakat. Acara dibuka langsung oleh pemilik Klinik GSS, Rachmat, B.Med.

Lurah Pakulonan, Dwi Santoso, S.STP, yang turut hadir, menyambut positif keberadaan Klinik GSS. Menurutnya, klinik ini akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar.

“Selain memberikan layanan kesehatan di klinik, ke depan diharapkan ilmu yang dimiliki dapat ditularkan kepada kader kesehatan maupun kader PKK melalui program Asuhan Mandiri (Asman) sebagai bagian dari program PKK Kelurahan Pakulonan,” ujarnya.

Program Asuhan Mandiri (Asman) merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang bertujuan mendorong masyarakat memelihara dan meningkatkan kesehatan secara mandiri. Program ini menitikberatkan pada pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan keterampilan sederhana seperti akupresur untuk mengatasi masalah kesehatan ringan.

Pendekatan ini mendorong pergeseran dari pengobatan kuratif ke upaya promotif dan preventif serta memberdayakan masyarakat agar dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga secara berkelanjutan.

Pelayanan kesehatan tradisional di Klinik GSS dilakukan oleh tenaga kesehatan tradisional (NAKESTRAD) profesional yang telah menempuh pendidikan resmi dan memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Perkenalan mengenai tenaga kesehatan tradisional dan layanan klinik disampaikan oleh manajer Klinik GSS, Bunga Putri Sulfia, S.Tr.Battra.

Menurut teori Leavell & Clark, Asman termasuk dalam kategori promosi kesehatan. Teori ini menjelaskan lima tingkat pencegahan penyakit, dimulai dari promosi kesehatan (health promotion). Untuk kelompok berisiko, seperti bayi, balita, dan ibu hamil, dilakukan perlindungan khusus (specific protection) seperti vaksinasi atau imunisasi.

Tingkat ketiga dalam teori tersebut adalah Early Diagnosis and Prompt Treatment, melalui upaya skrining seperti pap smear atau IVA. Tingkat pencegahan keempat adalah Disability Limitation, yakni pembatasan kecacatan jika seseorang sudah memasuki fase patogenesis atau sakit. Tingkat terakhir adalah Rehabilitation atau pemulihan.

Penjelasan ini disampaikan oleh dosen Program Studi Kesehatan Masyarakat UHAMKA, Hidayati. Kegiatan NGOBRAS (Ngobrol dan Bahas Rimpang Sehat) dipandu oleh Wildan sebagai MC yang menjaga jalannya acara dengan penuh semangat. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Selain edukasi, acara juga diisi permainan seperti tebak rimpang dan lomba yel-yel. Kegiatan ditutup dengan demonstrasi relaksasi duduk yang dipandu tim tenaga kesehatan tradisional Klinik GSS. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan lebih rutin dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *