Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Kritik Sekda DKI, MTZ: Strategi Transportasi Harusnya Tarik Minat Orang Naik Bus, Bukan Tambah Jalan

mega career expo

SALURANSATU.COM – JAKARTA, Momen Rapat Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta diwarnai kritik dari politisi Jakarta, M Taufik Zoelkifli kepada Sekda DKI, Joko Agus Setyono.

Kritik itu bermula saat Sekda Joko pada paparannya, menguraikan tentang kemacetan dan hubungannya dengan panjang jalan di DKI Jakarta. Menurutnya, panjang jalan di DKI Jakarta tidak sebanding dengan banyaknya kendaraan yang beroperasi.

Dalam tanggapannya, Sekretaris Fraksi PKS DPRD yang akrab disapa MTZ inipun menyoroti bahwa sudah bukan zamannya lagi kemacetan dihadapi dengan memperlebar jalan.

“Pak Sekda, kita itu sudah tuntas membahas strategi pull-down transportasi publik Jakarta. Bagaimana caranya menarik dan mendorong orang mau naik kendaraan umum, dan membuat mereka mau meninggalkan kendaraan pribadi,” ujarnya.

“Justru aneh,” kata MTZ, “Kalau kita malah bicara soal lagi-lagi panjang jalan. Itu tidak menyelesaikan masalah utama, dan justru membawa masalah baru.” katanya pada Rabu (9/8/2023).

MTZ juga memaparkan data bahwa sudah beberapa hari berturut-turut Jakarta dinobatkan sebagai kota dengan polusi udara terburuk di dunia, menurut situs IQAir dengan indeks mencapai 168 hingga 170.

“Maka, justru harusnya trotoar diperlebar, jalur sepeda diperpanjang, dan akses pada transportasi umum dibuat lebih mudah, bukan malah memfasilitasi kendaraan pribadi terus,” imbuhnya.

Dalam tanggapannya ini, MTZ juga menegaskan penolakannya terhadap wacana kenaikan tarif bus Transjakarta akibat penurunan PSO. Sebab, itu hanya akan membuat orang lebih enggan lagi untuk naik kendaraan umum.

Rapat Badan Anggaran ini bertujuan untuk membahas rancangan KUA-PPAS 2024 sebagai acuan dasar menyusun APBD DKI 2024 nanti.