SALURANSATU.COM – Denpasar, Bali – Direktorat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala sekolah melalui kegiatan Revitalisasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). Kegiatan yang berlangsung di Hotel B, Denpasar, Bali, pada 25–26 Juli 2026 tersebut diikuti oleh kepala SMP dan perwakilan dinas pendidikan kabupaten/kota se-Provinsi Bali. Dalam forum tersebut, Dirgantara Wicaksono hadir sebagai narasumber untuk memaparkan strategi implementasi MBS yang terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam (PM) dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dirgantara Wicaksono merupakan dosen Program Doktor Teknologi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Ketua Umum ICMI Muda Jakarta, sekaligus narasumber Direktorat SMP Kemendikdasmen.
Dalam paparannya, Dirgantara menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang berorientasi pada penguasaan konsep secara komprehensif, penyelesaian masalah autentik, serta pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Menurutnya, integrasi MBS, Pembelajaran Mendalam, dan AI akan memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam merancang kebijakan yang berbasis data, kontekstual, serta berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran.
“Manajemen Berbasis Sekolah tidak lagi hanya berbicara mengenai tata kelola, tetapi juga bagaimana seluruh kebijakan sekolah berpusat pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan data dan teknologi,” ujarnya.
Dirgantara menegaskan bahwa implementasi MBS tetap berpijak pada lima prinsip utama, yaitu kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas. Kelima prinsip tersebut menjadi fondasi dalam membangun tata kelola sekolah yang efektif, transparan, dan adaptif terhadap perubahan.

Pada materi revitalisasi MBS tahun 2026, peserta juga diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu analitik untuk membaca hasil Rapor Pendidikan, mengidentifikasi pola kesulitan belajar peserta didik, serta memberikan rekomendasi intervensi pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Selain itu, disampaikan mekanisme monitoring berbasis indikator manajerial dan capaian Pembelajaran Mendalam sebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan.
Kegiatan ini juga memperkenalkan model kolaborasi multipihak melalui P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) yang melibatkan sekolah, dinas pendidikan, perguruan tinggi, serta masyarakat sebagai mitra dalam penguatan mutu pendidikan.
Dirgantara turut mendorong pemanfaatan AI generatif sebagai pendukung pengambilan keputusan bagi kepala sekolah. Menurutnya, teknologi tersebut dapat membantu proses analisis data, meningkatkan transparansi kondisi mutu sekolah, serta mempercepat penyusunan program berbasis kebutuhan nyata satuan pendidikan.
Sebagai tindak lanjut, ia merekomendasikan penguatan literasi data, peningkatan kompetensi kepemimpinan pembelajaran, serta pelatihan pemanfaatan AI bagi kepala sekolah dan pengawas agar transformasi pendidikan dapat berjalan secara berkelanjutan.
Menutup sesi, Dirgantara menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi MBS sangat bergantung pada kepemimpinan kepala sekolah yang mampu mengintegrasikan inovasi dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Implementasi revitalisasi MBS harus menempatkan Pembelajaran Mendalam sebagai jantung kebijakan sekolah. Dengan AI sebagai alat bantu dan kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran, sekolah-sekolah di Bali dapat menjadi laboratorium inovasi yang tetap berakar pada kearifan lokal,” tutupnya.
Kegiatan revitalisasi ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam membangun tata kelola pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis data sehingga mampu mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan di Provinsi Bali.









