SALURANSATU.COM – Rektor Markaz Huffadz Ustadz Iad Yahyadin Munthe tidak setuju dengan paradigma buruk bahwa para penghafal Quran identik dengan bibit-bibit radikalisme. Ia mengajak orang-orang untuk datang, berdialog juga melihat langsung bagaimana para penghafal Quran belajar, terutama di tempatnya, Markaz Huffadz Bogor.
“Kami membantah dan tidak setuju jika para huffadz (penghafal Quran) disebut bibit radikalisme. Padahal itu salah paham. Bila dikatakan para huffadz bibit radikal, silakan kita bicara, silakan datang. Ini kita programkan satu rumah satu huffadz karena Al-Quran adalah rahmat,” ujarnya saat ditemui di acara Wisuda Akbar Mahasiswa Markaz Huffadz dia Tahfidz Gaza, Bogor, Ahad, (13/9/2020).
Ia menyatakan, adanya fitnah dan singgungan-singgungan semacam itu menjadi tantangan bagi Markaz Huffadz utamanya dan umumnya bagi pesantren tahfidz di seluruh Indonesia untuk terus membumikan Al-Quran sehingga paradigma tersebut hilang.
Markaz Huffadz sendiri tahun ini telah mewisuda sebanyak 19 wisudawan Quran.
“Alhamdulillah hari ini sukses acara Markaz Huffadz angkatan kedua dan berlangsung khidmat. Ada 19 penghafal yang diwisuda
Insya Allah tahun depan angkatan ketiga sekitar 40-an,” ujar Yahya.
Ia menjelaskan Markaz Huffadz memiliki santri dari berbagai daerah di Indonesia di antaranya dari Aceh, Maluku dan Sumatera.
Markaz Huffadz memiliki program 1 tahun menghafal Quran 30 juz dan 1 tahun pengabdian.
“Harapan saya insya Allah kami sebagai pembina dan sebagai direktur, Markaz Huffadz ini berkembang. Kami mengajak siapa saja, kepada donatur jika ada yang rumahnya yang mau diwakafkan untuk program markaz penghafal Quran atau wakaf pakai misalnya 2 tahun juga silakan. Bentuk kerjasama bisa apa saja yang penting bagi kami syiar Al-quran ini berkembang,” ungkapnya.
Tahun ini Markaz Huffadz membuka pendaftaran santri baru. Penerimaan khusus santri laki-laki usia 18-24 tahun. “silakan siapa saja ayo yang usia 18-24 tahun ini full gratis. Biaya makan, tempat, ustadz kita siapkan, bahkan kita dibina syaikh dari Palestina yang bersanad ke 29 sampai ke Rasulullah,” ujarnya.
Saat ini Markaz Huffadz, ada di Tambun, Kab. Bekasi, Pondok Gede, Kota Bekasi, dan Ciputat.
“Harapan saya, acara ini mungkin sebagai pemantik agar lebih semangat semangat dan dekat dengan Quran, menjadi keluarga Allah, sebab tidak ada keluarga yang lebih baik, kecuali menjadi keluarga Allah dengan menjadi Hafidz atau Hafidzoh Al-Qur’an,” tukasnya. (denis)









