SALURANSATU.COM – Jakarta — Prof. Ir. Daniel Mohammad Rosyid, Ph.D, Guru Besar Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, menyatakan bahwa saat ini terjadi pertarungan narasi di dunia media terkait penjajahan Israel terhadap Palestina.
Menurut Daniel, media selama ini menjadi instrumen propaganda yang digunakan oleh berbagai pihak, terutama Barat, dalam mendominasi narasi penjajahan tersebut. “Selama Amerika Serikat terlalu dominan, mereka menguasai narasi lewat media. Meski internet membawa multipolarisasi dengan kehadiran citizen journalism yang mengcounter dominasi tersebut,” ujarnya.
Daniel mengingatkan bahwa jika media mainstream di Indonesia menjalankan agenda Barat, maka akan ada kompetisi untuk membentuk narasi yang lebih berimbang. Hal ini disampaikannya dalam Diskusi Jurnalisme Kemanusiaan yang digelar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARI-BP) dan MUI di ANTARA Heritage Jakarta, Kamis (14/8/2025).
Ia berharap media dapat menjadi penyeimbang, meskipun modal besar menjadi kendala. Menurutnya, kompetisi antar media penting karena masyarakat Indonesia masih memiliki literasi rendah dan rentan terhadap propaganda.
Selain itu, Daniel menilai media yang solid dan didukung pembiayaan memadai berpeluang menetralisir bias. Ia juga menyebutkan pentingnya peran pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian Luar Negeri, untuk membangun narasi yang mendukung Palestina sebagai bagian dari kepemimpinan Indonesia di ASEAN.
“Indonesia harus memimpin narasi sebelum memimpin agenda lain,” kata Daniel.
Sebagai ilmuwan, ia mengapresiasi peran jurnalis dalam menyediakan data valid yang menjadi dasar analisis ilmiah. “Jurnalis adalah pilar keempat demokrasi, pekerjaan mereka suci dan harus dilandasi integritas tinggi,” ujarnya.
Daniel menekankan pentingnya penghargaan dan perlindungan terhadap jurnalis. Wartawan juga perlu memahami isu isu yang lebih mendasar yang dihadapi bangsa Palestina.
Reporter: Denis









