Moderat dan Mencerdaskan
Indeks

Maksimalkan Layanan, Damkar Butuh Renovasi Gedung Kantor yang Lebih Refresentatif

mega career expo

whatsapp-image-2016-10-12-at-18-50-51
SALURANSATU.COM – Paska dua tragedi kebakaran yang menimpa dua kantor di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi, diantaranya Kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi tahun 2015 lalu dan yang belum lama ini terjadi menimpa gedung kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BBPT) Kota Bekasi membuat Kantor Pemadaman Kebakaran (Damkar) Kota Bekasi menggelar simulasi kebakaran.
Simulasi pemadaman kebakaran ala tradisional hingga moderen, sekaligus pelatihan penanggapan terhadap kebakaran yang diikuti oleh seluruh perwakilan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bekasi digelar dilapangan Gedung Walikota Bekasi, Rabu (12/10).
Kepala Kantor Damkar Kota Bekasi, Teddy Hafni mengatakan simulasi dan pelatihan kebakaran tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap pegawai Pemkot Bekasi untuk menganggulangi kejadian kebakaran yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Mengacu pada kejadian kebakaran yang menimpa kantor BPPT Kota Bekasi kemarin, jadi Walikota Bekasi menginstruksikan untuk para perwakilan ditiap-tiap SKPD diberikan pelatihan dan simulasi kebakaran agar kedepan mereka bisa cepat tanggap jika ada peristiwa kebakaran lagi,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui disela-sela kegiatan simulasi, Rabu (12/10).
Teddy menjelaskan, ada sekitar 150 peserta yang mengikui pelatihan dan simulasi tersebut yang berasal dari tiap-tiap SKPD.  Kantor Damkar sendiri mengerahkan sebanyak 15 personil untuk memberikan pengetahuan dan penanganan tentang cara memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Kebakaran (AKPAR).
Selain itu, kurang lebihnya kantor Damkar sendiri menyiapkan sebanyak 20 tabung AKPAR dan 50 liter bahan bakar berupa solar dan bensin untuk melakukan simulasi tersebut.
“Semua alat-alat dari kita sendiri. Dan kedepan, simulasi ini akan kita rutinkan dengan jadwal per-enam bulan sekali terhadap para pegawai dilingkungan Kota Bekasi,” imbuhnya.
Lebih lanjut Teddy menjelaskan terkait anggaran kantor Damkar Kota Bekasi tahun 2016 senilai Rp 12 Miliar untuk pengadaan Damkar. Dari dana anggaran tersebut, Teddy mengungkapkan bahwa dana tersebut diperuntukkan untuk pembelajaan alat-alat Damkar dan program Damkar dalam pensosialisasian terhadap sejumlah elemen.
Selain itu, sejauh ini Kota Bekasi baru memiliki 16 unit mobil armada Damkar yang menurutnya masih kurang untuk Kota Bekasi yang memiliki kapasitas penduduk lebih dari 2,4 juta jiwa, karena menurutnya rasio dengan jumlah 5000 penduduk berbanding dengan 1 unit mobil Damkar.
“Tahun depan, Damkar Kota Bekasi akan mengajukan pengadaan mobil Damkar sebanyak enam unit. Karna Kota Bekasi baru memiliki 16 unit mobil Damkar. Dimana idealnya, dari 2,4 penduduk yang ada di Kota Bekasi, harusnya kantor Damkar memiliki kurang lebih 50 unit mobil. Maka dari itu, perlahan saya akan tambah unit mobil Damkar dimulai tahun depan,” bebernya.
Teddy juga menyebutkan, dari 16 unit mobil Damkar yang dimiliki kantor Damkar Kota Bekasi, salah satu yang paling besar hanya berukuran 5000 liter. Sedangkan Kota Bekasi sudah membutuhkan unit mobil Damkar berkapasitas 15.000 liter. Namun kata dia, untuk pengajuan pengadaan mobil Damkar ditahun mendatang akan diajukan mobil Damkar berkapasitas 3000 liter seharga Rp 3 Miliar.
“Kita beli yang kecil-kecil dulu. Setidaknya untuk menambah jumlah armada mobil Damkar di Kota Bekasi. Karna kita juga melihan kondisi personil Damkar yang kurang juga. Selama ini kantor Damkar hanya memiliki 106 personil Damkar, sedangkan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) Damkar sekitar 500-600 personil. Kedepan kita jug akan mulai merekrut personil baru dengan memanfaatkan pegawai TKK yang ada,” ungkapnya menambahkan.
Teddy pun berharap, kedepan kantor Damkar Kota Bekasi bisa lebih meningkatkan seluruh aspek dan pelayanan terhadap masyarakat. Dirinya pun juga berharap agar masyarakat bisa mandiri menanggapi peristiwa kebakaran yang sewaktu-waktu bisa terjadi.
“Kedepan saya berharap masyarakat jangan sampai terlalu bergantung pada petugas Damkar jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *