SALURANSATU.COM – Jakarta – Forum Komunitas Amaliah Jenazah Bina Insan Mubarok (KAZBIM) menggelar pertemuan silaturahmi dan evaluasi pelayanan bersama sejumlah ketua RT, ketua RW, serta anggota Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-Kecamatan Kebon Jeruk, Kamis (22/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Sukabumi Selatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus evaluasi pelaksanaan program pelayanan KAZBIM bagi masyarakat yang mengalami musibah kematian anggota keluarga.
Pertemuan ini dihadiri perwakilan pengurus RT dan RW dari sejumlah kelurahan yang telah bergabung dalam program pelayanan KAZBIM. Layanan tersebut berfokus pada bantuan pemulasaraan jenazah, penyediaan perlengkapan pengurusan jenazah, hingga fasilitas ambulans gratis untuk membantu meringankan beban keluarga yang berduka.
Pembina KAZBIM, Ajrun Naim, menjelaskan bahwa program pelayanan tersebut telah menjangkau sejumlah wilayah di Jakarta Barat. Di Kecamatan Kebon Jeruk, kepesertaan KAZBIM antara lain berasal dari Kelurahan Sukabumi Selatan, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, dan Kelapa Dua. Sementara itu, dari Kecamatan Kembangan, terdapat peserta dari Kelurahan Meruya Utara.
Menurut Ajrun, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelayanan KAZBIM mendapatkan respons positif dari para penerima manfaat. Tingkat kepuasan yang tinggi menjadi salah satu indikator bahwa program tersebut telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ternyata hasil penilaian dari teman-teman yang menerima layanan itu rata-rata di atas 85 persen. Bahkan ada yang sampai bintang 10,” kata Ajrun.
Ia menambahkan, berbagai bentuk layanan yang diberikan selama ini dinilai telah berjalan cukup baik dan sesuai dengan target Key Performance Indicator (KPI) yayasan. Layanan tersebut meliputi bantuan pemulasaraan jenazah, penyediaan perlengkapan pengurusan jenazah, serta ambulans gratis.
“Ini menandakan bahwa KPI yang kita terapkan ini cukup berhasil, artinya perlu ditingkatkan dan dipertahankan,” tandasnya.
Ajrun menegaskan, yayasan akan terus berupaya menjaga konsistensi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar manfaat program KAZBIM dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Ia juga berharap semakin banyak pengurus RT dan RW yang bergabung. Menurutnya, keterlibatan pengurus lingkungan sangat penting untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus membantu masyarakat dalam menunaikan kewajiban fardhu kifayah terhadap warga yang meninggal dunia.
“Salah satu adalah amaliyah kita, membantu dalam fardhu kifayah, sedikit yang kita lakukan ini merupakan amal bagi kita dan amal bagi para RT RW,” pungkasnya.
Lurah Sukabumi Selatan Apresiasi Program KAZBIM
Sementara itu, Lurah Sukabumi Selatan, Anjas Umaryadi, menyampaikan apresiasi atas program pelayanan sosial yang digagas oleh Yayasan Pengembangan Dhuafa Bina Insan Mubarok (YPDBIM) melalui KAZBIM.
Ia menilai program tersebut memiliki manfaat bagi masyarakat sehingga pihak kelurahan turut memfasilitasi penyelenggaraan pertemuan silaturahmi dan evaluasi tersebut.
“Kami mengapresiasi program-program dari KAZBIM ini makanya kami juga memfasilitasi pertemuan ini,” katanya.
Anjas berharap cakupan pelayanan KAZBIM dapat terus diperluas sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga Sukabumi Selatan, tetapi juga masyarakat di berbagai wilayah Jakarta Barat.
“Mudah-mudahan bisa makin banyak berdampak bagi masyarakat terutama bukan cuma di Sukabumi Selatan, tapi di Jakarta Barat jadi makin diperluas cakupannya,” imbuhnya.
Ketua RT: KAZBIM Ringankan Beban Kas Lingkungan
Manfaat program KAZBIM juga dirasakan langsung oleh pengurus lingkungan. Ketua RT 02 RW 08 Kelurahan Sukabumi Utara, Fitri Buraidah, mengaku bersyukur karena program tersebut membantu warganya ketika menghadapi musibah kematian.
Meski harus membayar iuran sebesar Rp300 ribu per bulan, Fitri menilai biaya tersebut sebanding dengan manfaat pelayanan yang diterima, terutama dalam membantu keluarga yang membutuhkan layanan pengurusan jenazah.
“Alhamdulillah itu sangat membantu sekali,” tuturnya.
Ia menjelaskan, sejak bergabung sebagai anggota KAZBIM, sejumlah warganya telah merasakan manfaat bantuan pemulasaraan jenazah secara gratis. Menurutnya, program tersebut juga membantu meringankan beban kas RT yang selama ini kerap menghadapi keterbatasan anggaran ketika ada warga meninggal dunia.
Fitri menilai keberadaan layanan tersebut sangat penting, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang harus menghadapi biaya pengurusan jenazah di tengah kondisi berduka.
“kalau saya nggak ikut KAZBIM, gimana saya bantu? Kas RT juga nggak ter-cover dengan segitu banyaknya orang yang meninggal, harus membantu dan kalangannya pun menengah ke bawah,” ungkapnya.
Berdasarkan pengalaman tersebut, Fitri berharap semakin banyak pengurus RT yang bergabung dalam program KAZBIM. Ia juga mengajak para ketua RT lainnya untuk mempertimbangkan keanggotaan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di lingkungan masing-masing.
“Nah alangkah baiknya kita semua ketua RT itu menjadi anggota KAZBIM,” pungkasnya
(MJ)









