Oleh: Satria Hadi Lubis
Untuk menutupi kebohongan seseorang biasanya akan berbohong lagi, selanjutnya kebohongan itu akan menjadi kebiasaan.
Demikianlah riwayat orang yang hidupnya dipenuhi oleh dusta atau tidak jujur dalam bentuk apapun. Orang-orang yang tidak menjaga dirinya dari kedustaan dan ketidakjujuran tidak akan pernah tenang dalam hidupnya.
Dan bohong itu adalah penjara bagi diri manusia, betapa tidak, kebohongan akan membuat kita selalu was was, karena takut kebohongan kita diketahui.
Sungguh, dicaci gara-gara kita jujur, itu jauh lebih baik daripada dipuji karena kita tidak jujur. Allah Maha Tahu siapa di antara hamba-hamba-Nya yang jujur, dan Allah berikan rasa tenang, sakinah di dalam hatinya, sehingga dihina, dikucilkan, dipojokkan seperti apapun, dia akan tetap tenang karena Allah bersamanya.
Sebaliknya, bagi orang yang tidak jujur, sekalipun orang-orang di sekitarnya memujinya, mendukungnya, namun Allah tidak pernah ridha, maka Allah akan cabut rasa tenang di dalam hatinya. Sehingga ia akan diliputi rasa gelisah, cemas, gundah gulana di tengah sanjungan orang. Ia sangat takut suatu saat nanti kebohongannya terbongkar. Padahal kebohongan itu serapat apapun menutupnya, cepat atau lambat niscaya akan terbuka juga.
Rasulullah Saw adalah seseorang yang diberi gelar Al Amin, seseorang yg sudah terjamin kejujurannya dan terpercaya. Gelar ini diberikan oleh orang-orang di lingkungan beliau bahkan sebelum masa kenabiannya.
Orang pintar itu banyak, orang berpendidikan tinggi juga sangat banyak, namun orang-orang yang jujur sangat sedikit sekali.
Banyak sekali perusahaan besar yang sangat berharap memiliki karyawan/karyawati yang jujur, pejabat yang jujur.
Kenapa kita tidak berlomba-lomba menjadi pribadi yang jujur?
Sungguh, biarpun Anda melihat ada orang kaya atau berkuasa kelihatannya senang padahal kekayaan atau kekuasaannya dari hasil kebohongan, maka pada hakikatnya mereka tidak akan tenang. Ketidaktenangan adalah cara Allah menyiksa hamba-Nya yang tidak jujur di dunia.
Simaklah hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam:
“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur karena kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan seseorang ke surga dan apabila seseorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan dan kejahatan mengantarkan seseorang ke neraka dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta alias pembohong” (HR. Bukhari).
Mudah-mudahan Allah Ta’ala menjadikan kita pribadi yang jujur. Aamiin.







