DPR : Padam Listrik Besar-besaran (Blackout) Perlu Review Sistem Kontrol Layanan PLN - saluransatu.com

DPR : Padam Listrik Besar-besaran (Blackout) Perlu Review Sistem Kontrol Layanan PLN

Jakarta- (5/8) Anggota Komisi VI DPR RI fraksi PKS, drh Slamet, menyesalkan kejadian kejadian padam listrik hari Ahad (4/8) kemarin yang konon cakupannya se Jawa dan Bali selama kurang lebih 10 jam.
Kejadian blackout sebesar ini sangat-sangat mengganggu aktivitas warga dan kegiatan bisnis yang mungkin saja masih terjadi meski di hari libur. Terlebih lagi karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya.
Kejadian ini termasuk kejadian yang memalukan dari sebuah lembaga pelayanan pemerintah (korporasi). Oleh karenanya sangat perlu dilakukan investigasi dan pembenahan yang serius agar tidak terjadi lagi di hari kemudian.
Terlebih sangat tidak etis bila PLN menyebutkan kerugian yang diderita akibat kehilangan jam layanan yanga artinya kehilangan pemasukan. Seharusnya PLN coba mengkalkulasi berapa kerugian yang diderita oleh masyarakat baik materiil maupun immateriil atas kejadian ini.
“Bila di negara lain kejadian blackout seperti ini sudah membuat perdana mentri korea atau dirut PLN Turki mengundurkan diri dari jabatannya,” demikian imbuh drh Slamet.
Listrik padam efek negatifnya menjadi multiple. Mulai dari urusan kecil di rumah dan di masyarakat sampai layanan publik seperti KRL dan MRT, lampu lalu lintas dan internet pun menjadi tidak berfungsi. Sopir dan pengguna ojek dan taksi online pun menjadi kesulitan.
“Kita mendesak PLN untuk melakukan langkah-langkah pemulihan segera dan melakukan investigasi menyeluruh. Harus bisa ditemukan penyebabnya dan diperbaiki segera. Selain itu prosedur risk assesment nya juga harus diperbaiki,” tegasnya.
UU Ketenagalistrikan Pasal 29 ayat (1) huruf e disebutkan jika konsumen berhak mendapat ganti rugi apabila terjadi pemadaman yang diakibatkan kesalahan dan/atau kelalaian pengoperasian oleh pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik sesuai syarat yang diatur dalam perjanjian jual beli tenaga listrik.
“listrik byarpet PLN jangan cuma minta maaf ke konsumen. Padahal di UU Perlindungan Konsumen Pasal 4 ayat (1), konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/atau jasa. Pemadaman listrik jelas udah membuat konsumen rugi baik secara material maupun non material,” tegasnya.
PLN menginformasikan bahwa pemadaman terjadi akibat gangguan pada sisi transmisi ungaran dan pemalang 500 kV, yang mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan dan diikuti trip seluruh pembangkit di sisi tengah dan barat Jawa. Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek, sebagian jawa barat dan jawa tengah mengalami pemadaman.
(*)

Respon (1)

  1. pemadaman listrik bergilir semoga cepat berakhir,, masyarakat bergantung nasib pada pemerintah .. semoga lebih baik lagi ke depannya untuk kemashlahatan kita bersama. Hidup Indonesia !!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *