Peranan laki-laki Dalam Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Papua - saluransatu.com

Peranan laki-laki Dalam Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan dan Anak Papua

Jayapura — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Dewan Adat Papua mendorong keterlibatan laki-laki dalam penanganan masalah perempuan dan anak di Provinsi Papua dapat meningkat. Sebab menurut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak, Yohana Yembise, selama ini partisipasi laki-laki di Papua dianggap kurang dan kesadaran akan melindungi perempuan dan anak yang belum terbangun. 
 
Menurut Menteri Yohana, menyelesaikan masalah perempuan dan anak bukan hanya urusan perempuan, namun laki-laki juga perlu terlibat. Dalam rangka mendorong keterlibatan laki-laki, Kemen PPPA bekerjasama dengan Dewan Adat Papua menggelar Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk mendengar perspektif laki-laki terhadap isu perempuan dan anak di Tanah Papua di Jayapura(30/07). Dalam arahannya, Menteri Yohana mengajak laki-laki di Tanah Papua untuk bersama-sama memikirkan masa depan perempuan dan anak-anak.
“Pelaku kekerasan kebanyakan dilakukan oleh laki-laki. Harus ada kampanye keterlibatan laki-laki untuk melindungi perempuan dan anak. Oleh karena itu, saya butuh laki-laki untuk bantu memberikan edukasi ke seluruh laki-laki di Tanah Papua agar melindungi perempuan dan anak. Jangan sampai di masa depan, kita sebagai orang tua dipersalahkan karena tidak mempersiapkan generasi-generasi penerus dengan baik,” jelas Menteri Yohana yang hadir didampingi Deputi Partisipasi Masyarakat, Indra Gunawan dan Deputi Kesetaraan Gender, Agustina Erni.
Pada kesempatan yang sama Sekretaris Umum Dewan Adat Papua, Leonard Imbiri sangat mengapresiasi pemerintah dalam menyelesaikan masalah di Tanah Papua dengan saling bersinergi. Dalam diskusi, Leonard mengajak masyarakat untuk berefleksi terkait keberlangsungan hidup masyarakat Papua.
“Dalam Konverensi Besar Masyarakat Adat Papua beberapa waktu lalu, kita menyadari bahwa pertumbuhan orang Papua itu tidak bertambah, melainkan makin bekurang. Salah satunya dikarenakan jumlah angka kematian lebih tinggi dibanding kelahiran, terutama kaum perempuan dan anak-anak. Peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak perlu ditingkatkan. Dewan Adat Papua terus mendorong perspektif membangun keluarga dan menjaga relasi antar anggota keluarga yang setara,” terang Leonard Imbiri. (eno) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *