Pesantren Ramadhan, Diskusi Pelajar Soal Perang Pemikiran Era Digital - saluransatu.com

Pesantren Ramadhan, Diskusi Pelajar Soal Perang Pemikiran Era Digital

SALURANSATU.COM – Pesantren Kilat bertajuk Ramadhan Festival ‘Feel the Miracle of Ramadhan’ berlangsung di SMP Daya Utama, Jl. Raya Mustikajaya No. 24, Mustikajaya, Tambun Selatan, Bekasi. Festival tahun kesembilan ini berlangsung selama empat hari sejak Senin (4/6/2018).
Syahrul Ibnu Rayhan, Ketua pelaksana Pesantren Kilat Ramadhan Festival ke 9
Dari MA Khusnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat menyatakan awalnya kegiatan ini akan dipusatkan di satu sekolah karena terpisah konsep antara laki-laki dan perempuan. Hanya, karena satu dan lain hal akhirnya festival digabungkan di satu sekolah.
Acara diisi dengan ragam kegiatan mulai dari hiburan Islami, malam bina iman taqwa (mabit) hingga pemberian materi-materi wawasan keislaman, seperti akhlak, sholat sunnah hingga materi Ghazwul Fikri (perang pemikiran).
“Kita pilih materi yang bisa dilaksanakan oleh mereka, yang tidak asing, yang biasa dilakukan,” kata Syahrul.
Untuk materi Ghazwul Fikri atau perang pemikiran sendiri, Syahrul menyatakan sangat cocok dengan era ini karena banyak hal buruk yang bisa menjerumuskan anak muda sehingga susah meraih kesuksesan masa depan.
“Sekarang ini kita anak muda bukan lagi diperangi oleh senjata tapi oleh perang pemikiran, perang gagasan. tujuan dari acara ini sebenarnya untuk melebarkan sayap dakwah. Menjadikan siswa-siswi (pelajar) sebagai garda terdepan membela bangsa dan negara juga agama. Apalagi karena kondisi Islam lagi banyak dihina, makanya anak muda agar bangkit,” ungkap Syahrul.
Acara yang diikuti oleh sekitar 150-an peserta ini merupakan program dari para pengurus dan pelajar MA Khusnul Khotimah Kuningan. Di mana ada 17 kontingen yang tersebar hampir di seluruh Indonesia ingin membawa pesan-pesan damai Ramadhan dengan kegiatan semacam itu, hanya dengan konsep berbeda. (SS1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *