Kantor Imigrasi Kelas 2 Bekasi Raih 3 Penghargaan Nasional - saluransatu.com

Kantor Imigrasi Kelas 2 Bekasi Raih 3 Penghargaan Nasional

SALURANSATU.COM – Kantor Imigrasi kelas II Bekasi berhasil meraih tiga penghargaan sekaligus dalam HUT Imigrasi ke-67, Kamis (26/1). Penghargaan tersebut terdiri dari peringkat 3 pengelola keuangan, peringkat 2 penegakan hukum, serta penghargaan atas pelayanan terbaik tingkat kantor imigrasi kelas II seluruh Indonesia.

“Alhamdulillah tadi pagi di Bandung kantor imigrasi kelas II bekasi telah menerima 3 penghargaan. Yaitu pengelola keuangan terbaik peringkat 3 dari seluruh indonesia, lalu penegakan hukum peringkat 2. Seperti terkait penangkapan orang asing, prayustisia itu 12 orang. Itu penghargaan dari kementrian. Dan yang terakhir itu kita mendapat penghargaan di pelayanan,” ujar Kepala kantor imigrasi kelas II Bekasi, Sutrisno dihadapan awak media saat ditemui di kantornya.

Khusus untuk pelayanan terbaik, Sutrisno mengatakan bahwa peringkat tersebut dinilai langsung oleh Ombudsman, bukan dari kementrian.

“Pelayanan pasport itu yang menilai bukan orang kementrian. Tapi ombudsman jadi bener-bener independen, objektif dan nggak ada intervensi. Begitu pula parameter penilaian hanya ombudsman yang tau. Mungkin dari kenyamanan, antrian, berikut hal-hal yang menyangkut antrian itu, seperti waktu, kecepatan, dan mungkin ada wawancara pemohon juga bukan hanya dari kita. Yang jelas Ombudsman itu pasti objektif,” terangnya.

Dengan disabetnya penghargaan ini, Sutrisno mengatakan akan terus berusaha untuk meningkatkan pelayanan serta meningkatkan kelas mulai dari pengawasan orang asing dan terutama pelayanan terhadap paspor.

“Kadang kalau sampai ada antri 3 jam itu kan rasa kmanusiaannya nggak ada. Akhirnya saya jalan pintas pakai kuota. Saya inovasi dimana kuota Itu kalau dari jam 7.30 smp jam 10 kita berani melayani sampai 200 pemohon. Jadi sudah kita praktekan inovasi apa saja. Satu-satunya jalan yang lebih efektif ini. Kita adil dan nggak prioritaskan orang tertentu. Kami juga akan tindak tegas calo. Saya nggak mau. Kmarin saja kami sempat menemukan calo dan langsung diusir,”pungkasnya.(sel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *