Setelah 30 Jam, Korban Runtuhnya Tangga Grand Kamala lagoon Ditemukan Tewas - saluransatu.com

Setelah 30 Jam, Korban Runtuhnya Tangga Grand Kamala lagoon Ditemukan Tewas

SALURANSATU.COM – Jasad korban Kecelakaan kerja konstruksi tangga darurat pembangunan proyek apartemen Grand Kamala Lagoon Bekasi Selatan akhirnya berhasil ditemukan setelah 30 jam sejak insiden runtuhnya tangga darurat di tempat tersebut.

Fajar sidik (21) korban kecelakaan kerja tersebut dievakuasi tim gabungan Basarnas, Damkar, PMI Kota Bekasi dan TNI/Polri, Kamis (5/1) malam sekitar pukul 21.21 WIB. Sementara tubuh korban ditemukan pada pukul 20.45 WIB.

“Alhamdulillah kita berhasil menemukan korban dan mengevakuasi korban. Namun, sudah dalam kondisi meninggal dunia karena memang durasi waktu sejak kejadian cukup panjang kurang lebih Sampai dengan saat ini hampir mencapai 30 jam,” jelas Kapolsek Bekasi Selatan Komisaris Polisi (Kompol) Bayu Pratama kepada awak media.

Bayu menjelaskan, korban ditemukan di posisi sejajar dengan lantai LG atau lower ground dari posisi basement paling atas ground floor. Korban kata dia, ditemukan di kedalaman 6 sampai 7 meter dari atas permukaan reruntuhan.

“Ada luka di beberapa bagian tubuh korban, namun jasadnya utuh. Saat ditemukan korban mengenakan baju berwarna merah, namun sudah robek, dan celana jeans, seementara alat kelengkapan kerja korban sudah terpisah,” tandas dia.

Korban, kata Bayu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk keperluan autopsi.

Sementara itu Kepala Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) kota Bekasi menyatakan kendala saat evakuasi adalah banyaknya puing-puing sehingga pihaknya mengalami kesulitan saat mengangkat tubuh korban.

“Tapi alhamdulillah berkat kerjasama dari semua mulai dari Basarnas yang dikomandoi R. Sugiharto, Satpol PP dan semua korban bisa diangkat walaupun dalam kondisi sudah meninggal dunia,” katanya.

Proses evakuasi berlangsung lama, kata Tedi karena pola runtuhannya itu serupa pancake, pola runtuhan pancake itu artinya berlapis-lapis sehingga membuat tim evakuasi kesulitan.

“Kita berhasil menyingkirkan puing-puing itu sekitar 6 sampai 7 meter baru kita berhasil menemukan korban. Kali ini kita menggunakan alat crane karena dia bentuknya dari satu lubang celah dari lantai 34 ke bawah jadi kita angkat satu persatu lapisan tangga daruratnya kemudian ada puing-puing yang sedikit ringan kita gali manual dengan pacul, sekop, pengki kita geser puingnya sehingga kita dapat posisi korban pada saat tertelungkup, material yang disingkirkan mencapai puluhan ton beratnya karena didominasi beton,” tukasnya.

Adapun terkait penyebab runtuhnya tangga darurat ini, Kompol Bayu Pratama menyatakan proses penyidikan dan penyelidikan akan tetap berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *