Muhammadiyah Gelar Rapat Koordinasi MPS dan AUMSOS

SALURANSATU.COM – Tahun ini Majelis Pelayanan Sosial (MPS) PP Muhammadiyah baru saja menyelesaikan Pedoman Pengasuhan Anak dan Pedoman Muhammadiyah Senior Care. Kedua pedoman tersebut menjadi jawaban Muhammadiyah merespon layanan sosial di masyarakat.

Pertama adalah tentang penyelenggaraan pengasuhan anak, pemerintah baru saja mengeluarkan dua regulasi yaitu PP 44 tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pengasuhan Anak dan Peraturan Pemerintah nomor 29 tahun 2019 tentang syarat dan tata cara penunjukan wali. Kedua PP tersebut ditanda tangani oleh Presiden sebagai tindak lanjut serta aturan turunan yang diamanatkan Undang-undang Perlindungan Anak terkait kebijakan pengasuhan.

Keluarnya dua peraturan itu mengubah cara pandang layanan, di mana prioritas pengasuhan anak adalah berada di luar panti dan lembaga menjadi upaya terakhir. Tentu saja akan membawa dampak langsung bagi Persyarikatan secara umum dan MPS secara khusus sebagai unsur pembantu pimpinan yang diberi mandat mengelola program layanan pengasuhan. AUMSOS Muhammadiyah mencatat dari 2003 sampai 2017 terdapat 100 lembaga layanan sosial yang telah melaksanakan akreditasi dari pemerintah, dengan rincian 26 dengan hasil A, 58 dengan hasil B dan 16 dengan hasil C dari 308 Panti yang diselenggarakan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Untuk itu potensi keberadaan jumlah panti asuhan bisa menjadi sarana potensial untuk naik status dari panti asuhan menjadi lembaga asuhan, sebagaimana yang dinyatakan kedua PP tersebut.

Begitupun layanan Lansia, ditemukan beberapa alasan mengapa Lansia terus mengalami penurunan kualitas hidup, diantaranya masalah layanan kesehatan, menurunnya kemampuan fisik dan mental, masalah ekonomi, kurangnya akses layanan dasar, pola hidup, korban kekerasan dan ketelantaran. Untuk itu Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pelayanan Sosial (AUMSOS) yang bekerjasama dengan Rumah Sakit Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan 3 wilayah yaitu DKI Jakarta, DIY dan Jawa Timur membangun pusat layanan lansia dengan nama Muhammadiyah Senior Care.

Muhammadiyah mencoba mengembangkan layanan yang selama ini hanya fokus pada model berpusat di panti sosial lansia, dengan mengubahnya dengan melakukan integrasi pegembangan layanan. Dengan memadukan layanan yang ada dengan Amal Usaha bidang Kesehatan dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, sehingga kerja kerja layanan sosial terhadap lansia bisa dikembangkan menjadi program lintas sektoral di internal Muhammadiyah.

Selain itu, Pimpinan Pusat Muhammadiyah responsif dengan kondisi ini, dengan menawarkan draft Pedoman Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Pelayanan Sosial. Yang selanjutnya draft ini akan dibahas dan mendapatkan masukan pasal per pasal dari semua pimpinan tingkat wilayah.

Rakornas menjadi ikhtiar bagi para pelaku layanan kesejahteraan sosial untuk merespon dan memberikan masukan. Yang menjadikan Rakornas menjadi forum strategis bagi semua pelaksana Lembaga dan pimpinan Lembaga layanan sosial dalam meningkatkan kapasitas dan layanan berkualitas. Di hari terakhir juga akan dibacakan butiran Rekomendasi yang terbaik untuk bangsa kedepan didalam meningkatkan layanan kesejahteraan sosial bangsa. Terutama merespon keinginan pemerintahan kedepan melakukan peningkatan kualitas SDM secara massif dan sejahtera.

Tema Rakornas tahun ini adalah Gerakan Pelayanan Sosial Muhammadiyah Untuk Peningkatan Kualitas Kesejahteraan Sosial Bangsa. Adapun acara diselenggarakan di Hotel Horison Nindya Jalan Brigjen Sudiarto No 496 Semarang Timur mulai 4 s.d. 6 Juli 2019. Beberapa tokoh dijadwalkan hadir, seperti Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Sosial dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia bersama Pemerintah Daerah Jawa Tengah.

Hari Pertama 4 Juli 2019, acara pembukaan dimulai 09.30, dengan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bapak Haedar Nashir, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Bapak Syahabuddin, Ketua Majelis Pelayanan Sosial PP Muhammadiyah Bapak Sularno dan Pemerintah Jawa Tengah. Yang akan dilanjutkan diskusi panel Perlindungan Anak dalam Perspektif Muhammadiyah dan Pemerintah. Dan malamnya akan diisi Sosialisasi Panduan Pengasuhan Anak Muhammadiyah dan Panduan Muhammadiyah Senior Care bersama Komisioner KPAI Bidang Pengasuhan Rita Pranawati, Pakar Pendidikan Lansia Adhi Santika dan Praktisi Muhammadiyah Senior Care Muhammad Ihsan.

Hari kedua pagi jam 08.00 adalah Implementasi PP 44 tahun 2017 tentang Pengasuhan Anak bersama Ketua Komisi 8 DPR RI Bapak Ali Taher Parasong dan Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Ibu Kanya Eka Santi. Dilanjutkan Pengalaman Pengelolaan Program Unggulan Pelayanan Sosial Tingkat Wilayah. Setelah istirahat siang adalah Pemanfaatan AUMSOS untuk Layanan Pendidikan Kemasyarakatan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bapak Muhadjir Effendi. Malamnya adalah Sinergi Program AUMSOS dengan PTM, Layanan Psikososial Anak dan Lansia dalam situasi Bencana.

Hari ketiga adalah Pleno dalam 3 Komisi dan pembacaan butir Rekomendasi Nasional tentang Layanan Sosial. (*)

Be the first to comment on "Muhammadiyah Gelar Rapat Koordinasi MPS dan AUMSOS"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.