KPAI : Kami Meminta Pemerintah Australia menghormati Konvensi Hak Anak

sumber : abc news

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Pemerintah Australia menghormati Konvensi Hak Anak (KHA) 1990. Hal ini sehubungan dengan upaya orangtua Muhammad Dimas Tri Wibowo (14 tahun) dalam usahanya memberikan yang terbaik bagi anaknya yang memiliki kebutuhan khusus. Hal ini disampaiakan Sitti Hikmawatty, Komisioner KPAI terkait dengan pengajuan petisi online Dr Cameron Gordon, seorang profesor di Australian National University (ANU) kepada Menteri Imigrasi, Kewarganegaraan, Layanan Migran dan Urusan Multikultural Australia agar menganulir keputusan penolakan visa tinggal permanen untuk Dimas, seorang anak dengan autisme dari keluarga Indonesia yang terancam dideportasi.

“KPAI, selain meminta agar adanya penghormatan pada Konvensi Hak Anak 1990, juga memberikan apresiasi pada upaya Dr Cameron Gordon yang sangat peduli dengan kelangsungan keadaan Dimas serta keluarganya tersebut,” katanya.

Sesuai dengan aturan PBB mengenai hak-hak anak atau yang lazim disebut sebagai Konvensi Hak Anak tahun 1990, pertimbangan Kepentingn Terbaik Anak (Best Practice for Child) adalah bagian yang harus dipenuhi negara-negara yang meratifikasi Konvensi ini, dimana Indonesia dan Australia menjadi anggotanya.

“Kami memahami kekhawatiran pemerintah Australia yang menganggap bahwa kondisi autism Ananda Dimas dimasukkan dalam kriteria Public Interest Criteria (PIC), yang menurut peraturan Imigrasi, berbiaya signifikan terhadap layanan kesehatan dan masyarakat Australia, namun demikian pemerintah Australia seharusnya mempertimbangksn juga upaya orang tua yang mempersiapkan Ananda agar menjadi individu yang mandiri,” tambahnya.

KPAI merasa perlu mendukung upaya orangtua yang juga menyiapkan Dimas untuk tidak membebani pembayar pajak nantinya. Karena bagaimanapun semua pastinya memiliki keinginan yang sama agar Dimas kelak dapat hidup secara mandiri, tidak tergantung pada individu lainnya.

“Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya hidup tidak normal, karenanya ini perlu juga untuk menjadi sebuah pertimbangan khusus.Autisme bukanlah sebuah tragedi, justru pengabaian dan penolakan itulah tragedi yang sesungguhnya. Pihak KPAI menurut Sitti Hikmawatty, selanjutnya akan berkoordinasi dengan kedutaan dan memberikan support atas perjuangan Ibu Yuli, orang tua Ananda Dimas ini,” pungkasnya. (nis)

Be the first to comment on "KPAI : Kami Meminta Pemerintah Australia menghormati Konvensi Hak Anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.