Kak Seto: Insiden 22 Mei Pengaruhi Mental Anak Indonesia

Psikolog Anak, Seto Mulyadi atau biasa disapa Kak Seto menyatakan insiden 22 Mei 2019 bisa mempengaruhi mental anak-anak Indonesia. Apalagi peristiwa kerusuhan yang tersebar di kanal media sosial bisa dengan mudah diakses oleh anak melalui gadget.

“Iya itu memang cukup disesalkan. Karena pengaruhnya, dampaknya negatif terhadap mental anak. Anak-anak ini kan meniru.
Apa yang ditampilkan ya mungkin bisa ditiru,” ujar Kak Seto saat dihubungi, Ahad (26/5/2019)

Sebagai bangsa yang peduli terhadap masa depan anak-anak, kata Kak Seto patutnya orang dewasa bisa belajar dari dunia kanak-kanak yang ceria, penuh perdamaian dan persahabatan tanpa dendam.

“kok awalnya dunia anak-anak ini damai malah diwarnai kerusuhan, permusuhan. Ini jadi bahan introspeksi kita semua.
kita harus mementingkan kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa.
kita harus saling meredam,” tambahnya.

Kak Seto menganjurkan sementara ini anak-anak harus dijauhkan dahulu dari media sosial. Dari Gagdet. Karena lebih banyak pengaruh negatif daripada pengaruh positif. Apalagi, kata Kak Seto, menyambut Hari Keluarga tanggal 29 Mei.

“Jauhkan anak dari media sosial maupun media resmi. supaya anak nyaman, tenang, orangtua, bisa jadi sahabat anak-anaknya. Apalagi 29 Mei jadi Hari Keluarga. yuk kita kedepankan kepentingan keluarga. jangan dibawa ke situasi permusuhan, kerusuhan,” imbuhnya.

Rencananya, Kak Seto nanti akan berkoordinasi dengan aparat termasuk Dinas Kesehatan supaya peduli menerjunkan tenaga psikolog karena
beberapa juga trauma. Memiliki citra mengenai polisi dan politik juga buruk. ini yang harus diatasi bersama,” jelas Kak Seto

Ia mengimbau semua elemen masyarakat kembali dapat memegang amanah dari para pendiri bangsa.

“Para Pendiri kita ingin Indonesia bersatu. Marilah kita jaga selalu amanat ini.” pungkasnya. (ss1)

Be the first to comment on "Kak Seto: Insiden 22 Mei Pengaruhi Mental Anak Indonesia"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*