FKM UI Gelar Dialog “Darurat Investasi Kesehatan Untuk Human Capital Menuju Indonesia Emas 2045 FKMUI”

SALURANSATU.COM – Indonesia telah mencanangkan Visi Indonesia Emas 2045 yang merupakan impian besar mewujudkan manusia Indonesia yang maju, tangguh, dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Kekuatan untuk mewujudkan hal tersebut berawal dari membangun sumber daya manusianya.

Terdapat empat pilar dalam Visi Indonesia Emas 2045, yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan penguasaan ilmu pengetahuan serta teknologi, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, dan ketahanan nasional serta tata kelola pemerintahan.

Isu Human Capital juga menjadi isu penting dalam pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) pada Oktober 2018 lalu di Bali. Dalam kesempatan tersebut, IMF meluncurkan Human Capital Index (HCI), yaitu sebuah indeks yang menggambarkan produktivitas generasi mendatang yang diukur dengan cara membandingkan kondisi pendidikan dan kesehatan suatu wilayah dengan tolak ukurnya (benchmark). Indeks ini mengukur perkiraan nilai modal manusia pada anak yang lahir saat ini dan kondisi yang diperolehnya saat usia TA 18 tahun.

Selama ini, diskusi mengenai HCI lebih sering mengemukakan tentang pentingnya sektor pendidikan dan produktivitas. Masih jarang didiskusikan bagaimana bidang kesehatan memiliki peran yang besar dalam investasi modal manusia. Padahal kalau dilihat, skor HCI ini dibangun bukan hanya dari kondisi sektor pendidikan tetapi juga sektor kesehatan.

Indeks HCI ini memiliki 5 (lima) indikator, yaitu (1) kelangsungan hidup anak sampai dengan 5 (lima) tahun, (2) proporsi anak yang tidak stunted (pendek), (3) angka harapan lama sekolah seorang anak, (4) skor nilai yang diharmonisasi sebagai ukuran kualitas pembelajaran (learning outcome), dan (5) proporsi usia 15 tahun yang dapat bertahan hidup hingga usia 60 tahun. Dari 5 (lima) indikator tersebut, terlihat bahwa ada 3 (tiga) indikator yang erat kaitannya dengan sektor kesehatan, yaitu indikator kesatu, kedua, dan kelima.
Dengan jumlah penduduk 264 juta dan Pendapatan Domestik Bruto (PDB) perkapita sebesar USD 11,189, Indonesia termasuk negara dengan pendapatan menengah bawah.

Pada tahun 2018, Indonesia mencapai skor HCI 0,53. Skor tersebut lebih baik dibandingkan dengan dengan rerata skor negara berpendapatan menengah bawah (0,48). Akan tetapi, masih jauh di bawah skor rerata negara-negara Asia Pacifik (0,62) dan secara global (0,57). Padahal proyeksi demografi memperkirakan bahwa pada tahun 2025, Indonesia akan memperoleh bonus demografi di mana peningkatan jumlah orang dewasa produktif lebih dari 60% dari total populasi dan penurunan rasio ketergantungan usia produktif 15 – 65 tahun relatif terhadap populasi non produktif ( 0 – 14 tahun dan 65 + tahun).

Periode tersebut dapat dicapai, bahkan dapat diperpanjang secara substansial, melalui investasi modal manusia strategis di bidang kesehatan, gizi, pendidikan, tenaga kerja, dan perlindungan sosial.
Selain itu, hal yang lebih utama adalah investasi sektor kesehatan harus beragam, multidimensi, dan lintas generasi guna menangani risiko kesehatan dan menghadapi tantangan remaja serta lansia secara bersamaan.

Merujuk pada situasi dan kondisi tersebut, maka Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia melalui mahasiswa Program Doktoral Ilmu Kesehatan Masyarakat menyelenggarakan seminar bersama pakar dan pembuat kebijakan untuk membahas peluang dan tantangan kesehatan dalam menciptakan human capital yang tangguh untuk Indonesia yang maju serta menghasilkan rumusan sebagai input bagi kebijakan. Seminar ini diselenggarakan pada hari Kamis, (2/5/2019) di Aula Gedung A, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKMUI), Kampus UI Depok.

Hadir sebagai narasumber antara lain
Pungkas Bahjuri Ali, STP, MS, PhD, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat BAPPENAS, dr. Maya Amiarny Rusady, MKes/ Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan.
Sowmya Kadandale, Chief of Health UNICEF Indonesia, dr. Anung Sugihantono, M. Kes, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes
Pembahas antara lain Prof. dr. Ascobat Gani, MPH, drPH dan Prof. Budi hidayat, PhD.

Lebih dari 300 peserta mengikuti seminar ini. Lembaga-lembaga pemerintah kunci serta asosiasi profesi kesehatan juga turut diundang, antara lain Kementerian Kesehatan terkait, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), TNP2K, Kantor Staf Presiden, Kementerian Agama, IAKMI, IDI dan lain-lain.

Selain itu, 9 universitas dari beberapa wilayah di Indonesia juga akan berpartisipasi dalam format seminar jarak jauh. Kesembilan universitas itu adalah Universitas Kader Bangsa, Palembang; UNAIR, Surabaya; UHAMKA, Jakarta; Poltekes 1, Jakarta; Poltekes 3, Jakarta; IIK Bhakti Wiyata Kediri;. Universitas Muhammadiyah, DI Yogjakarta; STIK Budi Kemuliaan, Jakarta; URINDO, Jakarta. (*)

Be the first to comment on "FKM UI Gelar Dialog “Darurat Investasi Kesehatan Untuk Human Capital Menuju Indonesia Emas 2045 FKMUI”"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*