Di Bekasi, Banyak Partai Tak Serius Promosikan Capresnya

Pemilu 2019 tinggal hitungan hari. Untuk pertama kalinya dalam sejarah negeri ini, Pemilu legislatif dan pemilu presiden akan dilakukan serentak.

Karena untuk pertama kali, sebetulnya seluruh partai yang terlibat masih meraba-raba, dengan pemilu serentak ini apakah akan menguntungkan atau justru merugikan partainya?

Memasuki hari kampanye terakhir, banyak partai yang terlihat belum optimal mempromosikan dan memperkenalkan pasangan calon presidennya. Ada baliho besar-besar, tetapi baliho tersebut hanya berisikan gambar caleg DPR RI. Ia tidak mempedulikan caleg-caleg DPRD Jabar dan Kota Bekasi, juga calon presiden yang didukung partainya.

Mari kita ulas partai pendukung dari kedua pasangan capres:

PARTAI PENDUKUNG JOKOWI-MARUF

1. PDI PERJUANGAN
Sebagai partai pendukung utama pasangan Jokowi-Maruf, tentu saja partai pimpinan Megawati Soekarnoputri ini menjadi yang paling serius diantara partai pendukung lainnya.

Banyak baliho atau spanduk caleg-calegnya yang juga menampilkan foto pasangan capres Jokowi-Maruf.

2. PARTAI GOLKAR
Golkar terlihat kurang serius mendukung Jokowi-Maruf. Ada banyak baliho besar-besar, tetapi hanya menampilkan caleg-calegnya. Yang cukup terlihat hanya satu baliho yang menampilkan Jokowi bersama Ketua Umum Airlangga Hartarto di Jalan Ahmad Yani.

Selebihnya, di jalan-jalan kecil, di gang-gang, hampir tidak ada alat peraga Golkar yang menampilkan foto Jokowi-Maruf. Bisa jadi metode ini diambil karena pilihan masyarakat Bekasi yang lebih menghendaki Prabowo-Sandi.

3. PPP
PPP layaknya bunga yang gagal kuncup. Sejak ketua umumnya Romy Romahurmuziy ditangkap karena suap pengaturan jabatan di Kementrian Agama, hampir tidak ada aktivitas berarti partai ini di Kota Bekasi.

Bahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin yang menjadi caleg PPP Dapil Kota Bekasi dan Depok sama sekali tak terlihat alat peraganya.

4. PKB
PKB cukup serius. Dalam beberapa balihonya ada gambar Jokowi-Maruf. Calegnya juga Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Farhat Abbas.

Tetapi yang menjadi masalah, selama ini suara PKB minoritas di Kota Bekasi. Pada periode 2014-2019 hanya ada satu kursi PKB di DPRD Kota Bekasi.

5. HANURA
Ada beberapa baliho besar caleg Hanura DPR RI Tiurmaida Tampubolon, selebihnya pergerakan Hanura kurang terlihat karena problemnya sama seperti PKB. Partai ini minoritas di Bekasi.

6. NASDEM

Nasdem kini punya Lucky Hakim, yang di 2014 lalu pernah menjadi anggota DPR melalui PAN. Alat peraga kampanye Lucky Hakim baru muncul di pekan-pekan terakhir, sudah begitu, ia lebih tertarik pose bersama hewan-hewan peliharaannya.

7. PBB
Diantara semua partai pendukung Jokowi, PBB lah yang paling absurd. Sejak tahun lalu, ketua umumnya Yusril Ihza Mahendra mengkritik keras Jokowi. Lolosnya PBB ke pemilu 2019 juga banyak mendapatkan bantuan personil FPI dan DDII, namun belakangan Yusril membawa PBB mendukung Jokowi.

Hal ini meninggalkan lubang besar bagi caleg-caleg PBB di Kota Bekasi. Ada yang memilih abstain berkampanye dan sebagian lagi tetap berkampanye seadanya dengan alat peraga yang terlanjur dibubuhi gambar capres Prabowo-Sandi.

8. PSI, Perindo dan PKPI
Tiga partai gurem ini tidak terlalu terlihat aktivitasnya di lapangan. Namun untuk urusan alat peraga, PSI dan Perindo cukup banyak untuk ukuran partai baru. Sedangkan PKPI teramat sangat minimalis.

PARTAI PENDUKUNG. PRABOWO-SANDI

1. Gerindra
Gerindra adalah partai utama yang menjadi pendukung pasangan ini. Namun di Bekasi, partai ini seperti pembalap yang telat start.

Untuk ukuran lokal Bekasi, Gerindra beberapa tahun ini ada masalah kepengurusan. Di awal 2019 saja masih terjadi kepengurusan ganda. Ada dua kepengurusan dan dua kantor sekretariat.

Selain itu, muncul pula masalah di pencalegan. Dari daftar caleg yang diajukan Gerindra untuk DPR RI Dapil Kota Bekasi dan Kota Depok. Ada satu nama yang tercatat sebagai karyawan BUMN. Hal ini sempat menjadi polemik, sehingga KPU RI sempat mengosongkan daftar caleg Gerindra dapil ini di laman resminya.

2. PKS
Beruntung pasangan Prabowo-Sandi didukung partai yang militansi kadernya sudah teruji ini. Karena didukung PKS, sosialisasi Prabowo-Sandi di Bekasi sangat masif.

PKS beberapa kali menggelar aksi Flashmob. Yang terbesar adalah Flashmob kader PKS dari Pondokgede ke Bekasi Utara dan pada saat bertepatan dengan kampanye Akbar di GBK, kader PKS Kota dan Kabupaten Bekasi menggelar aksi Flashmob memperkenalkan Prabowo-Sandi dari perbatasan Karawang hingga Jakarta.

Penampakan gambar Prabowo-Sandi juga cukup mencolok dalam setiap alat peraga kampanye caleg PKS.

3. Demokrat
Mirip Golkar di kubu Jokowi-Maruf, Demokrat juga terlihat setengah hati mendukung Prabowo-Sandi. Hal ini terlihat dari alat peraga kampanye yang tersebar. Caleg-caleg partai pimpinan SBY ini lebih asyik memperkenalkan diri sendiri dan tidak memberikan ruang untuk gambar pasangan capres Prabowo-Sandi.

Demokrat Kota Bekasi saat ini dipimpin oleh Ronny Hermawan, tokoh keturunan Tionghoa Bekasi ini pada saat Pilkada DKI Jakarta lalu sangat gencar mendukung Ahok di media sosial.

4. PAN
PAN juga demikian, alat peraga kampanyenya sangat minim menampilkan gambar Prabowo-Sandi.

Dua caleg PAN untuk DPR RI yaitu Idris Sandiya dan Intan Fauzi cukup mendominasi baliho-baliho-baliho besar berbayar di titik-titik utama jalanan Kota Bekasi, namun keduanya asyik bersaing sendiri. Baliho tersebut hanya berisi gambar diri mereka sendiri. Jangankan gambar Prabowo-Sandi, gambar caleg PAN untuk DPRD Jabar dan DPRD Kota Bekasi saja tidak diikutsertakan.

Be the first to comment on "Di Bekasi, Banyak Partai Tak Serius Promosikan Capresnya"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.