LAZ U-Care Indonesia Siap Bantu Masjid Berdaya dengan Program Kebajikan

SALURANSATU.COM – Ketua Dewan Pembina LAZ UCare Indonesia, Achmad Ridwan menyatakan masjid-masjid saat ini harus lebih berdaya. Selain menjadi pusat peradaban Islam, masjid juga harus bisa mengayomi ummat (masyarakat) Di sekitarnya dengan program-program kebajikan.

“Jadi yang pertama ini adalah ajang silaturahmi antar pengurus masjid (DKM) sekota Bekasi. Temanya menguatkan peran mesjid sebagai pusat kebajikan Masyarakat. Kita Bantu mesjid berdaya buat masyarakat dan lingkungan,” ujar Achmad Ridwan saat ditemui di sela-sela acara Silaturrahim Pengurus Masjid di RM Raja Sunda Kranji, Bekasi Selatan, Rabu, (3/4/2019)

Ia melanjutkan, masjid di zaman Rasulullah itu sangat berdaya. Sayangnya kondisi di saat ini, banyak masjid belum bisa seperti itu.

“Kita sampaikan mesjid di zaman rasul itu sangat berdaya. Oleh karena itu potret kondisi masjid saat ini kita juga sampaikan. Kemudian Ucare dengan seluruh pengalaman, sinergi dengan beberapa mesjid diharapkan jadi role model bagi sekitar 40 mesjid yang hadir hari ini agar bisa memulai sesuatu yang lebih berdaya,” jelasnya.

Dari hasil kerjasama dengan beberapa masjid, kata Ridwan, Ucare Indonesia sudah menggulirkan program kebajikan. Dengan terlebih dahulu membuat rekening bersama antara masjid dengan U-Care. Dana yang masuk, dikelola U-Care, tetapi syaratnya dengan persetujuan pihak DKM.

“Campaign Ucare sangat membantu. Karena beberapa mesjid tidak punya kemampuan campaign atas program-program pemberdayaannya.
Kita membantu secara managerial. Yang membuat campaign-campaign.
Dengan menyiapkan orang-orang di bidang marketing komunikasi. Kalau secara finansial, ada rekening khusus buat masjid,” ungkapnya.

Karena kenyataannya, kata Ridwan masjid-masjid selama ini baru mengandalkan cara konvesional dengan minim pemberdayaan.

“Pertama, dana belum optimal. Karena tidak punya program pemberdayaan.
Karena fokus program ibadah, renovasi dan kotak amal juga Ramadhan.
Makanya kami coba sadarkan,
sehingga masyarakat lebih mudah membantu program-program kebajikan, Dibandingkan pola konvesional,” jelasnya.

U-Care sendiri ada program Kampung Masjid Berdaya untuk Masyarakat. Program-program lainnya juga akan menyusul diberikan ke pengurus masjid.

“Nanti dibantu cara fundraising-nya,” lanjutnya.

Respons pengurus DKM sendiri, kata Ridwan cukup antusias. Karena Ada beberapa contoh kisah sukses pemberdayaan dari masjid seperti di masjid Darussalam, Kota Wisata Cibubur.

“Nanti kita study banding ke sana,” imbuh Ridwan.

Adapun follow up kegiatan silaturahmi dan penguatan DKM ini, akan dibuat forum khusus mesjid yang ingin melakukan pemberdayaannya dan program kebajikan.

“Kami akan terus edukasi, kalau ada perlu MoU bahkan, kami datang, kami ajari.
Karena Undang-undang zakat mengharuskan pengambilan dana masyarakat lewat LAZ atau Baznas. Mau tidak mau masjid harus punya payung hukum,” jelas Ridwan.

Payung hukum ini, kata Ridwan ada pada Lembaga Amil Zakat/Baznas. Lembaga ini punya peran. Sehingga masjid digunakan secara aman legal, nanti saat mengambil uang masyarakat dan mengembalikan kepada Masyarakat, semua lancar.

“Kenyataannya bagaimana pun mesjid hanya bisa mengambil dan pengelolaannya melalui Baznas. Makanya kami hadir menjembatani itu. Karena masalah undang-undang zakat tersebut,” imbuhnya.

Jika respons akan hal tersebut positif, kata Ridwan, maka pihaknya Akan menyiapkan acara selanjutnya seperti seminar dan roadshow.

“Karena di Bekasi sendiri ada sekira 1000 mesjid. Ini potensial untuk diberdayakan,” tukasnya.

Untuk generasi millennials, Achmad Ridwan menyatakan saat ini sudah ada ada teknologi Mobile Apps yang bekerjasama dengan kitabisa.com

“Millennials bisa dengan mudah melakukan donasi melalui mobile apps Ucare Pay,” pungkasnya.

Be the first to comment on "LAZ U-Care Indonesia Siap Bantu Masjid Berdaya dengan Program Kebajikan"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.