Sering Mengecewakan Umat Islam, Tokoh PPP Pesimistis Partainya Berjaya di 2019

SALURANSATU.COM – Suharso Monoarfa, Kader PPP yang menjadi Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Jokowi dipilih sebagai Plt Ketua Umum PPP. Keputusan ini diambil pasca Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka kasus suap di Kementerian Agama.

Namun dipilihnya Suharso Monoarfa tidak membawa angin segar di tubuh partai berlambang ka’bah tersebut. Tokoh besar PPP DIY, Syukri Fadholi justru makin pesimistis dengan kondisi ini.

Dikutip dari Republika, Rabu (20/3/2019), Syukri menilai PPP dibawah kepemimpinan Romahurmuziy maupun Djan Farid sama buruknya. PPP masih berasas Islam tetapi mengkhianati prinsip-prinsip azas Islam.

Hal ini, menurut Syukri, membuat PPP bermakna tidak berjuang untuk kepentingan Umat Islam di Indonesia, justru dalam beberapa hal kerap mengambil keputusan yang bertentangan dengan Islam seperti memilih dan membela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada Jakarta.

Ditangkapnya Romy, papar Syukri, menunjukan moralitas partai sudah hancur di tingkat elit. Jadi siapapun penggantinya tidak akan mengubah kondisi.

“Karena masih kroni-kroni mereka itu sendiri, oleh karena itu DIY tidak punya kepentingan apapun juga terhadap keberadaan itu,” kata Syukri.

Bagi Syukri, sepanjang elit-elit PPP masih terus menggadaikan akidah dan moral kepada penguasa, tidak akan pernah ada perubahan. Karenanya, target PP harusnya menghadirkan perubahan penguasa terlebih dulu.

“Baru kemudian kita bicara perbaikan PPP, tapi sepanjang PPP itu masih menjadi partai penjilat penguasa saat ini, tidak bermakna apapun untuk kepentingan umat Islam,” ujar wakil wali kota Yogyakarta periode 2001-2006 tersebut.

Be the first to comment on "Sering Mengecewakan Umat Islam, Tokoh PPP Pesimistis Partainya Berjaya di 2019"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*