Kejar Suara Pemilih Hingga ke Gang Sempit

SALURANSATU.COM – Tiga puluh empat (34) hari menjelang Pemilu 17 April 2019 Calon Legislatif (Caleg) PKS semakin memanaskan mesin partai mereka diseluruh level strukturnya secara nasional.

Di Sukabumi, dua caleg perempuan asal Cicurug nampak terus melakukan manuver tatap muka langsung dengan warga (direct selling) bahkan sampai memasuki lorong-lorong perumahan padat penduduk, mengenalkan diri mereka sebagai Caleg PKS juga sekaligus menyerap aspirasi dan keluhan warga.

Salah seorang warga yang sempat dihampiri adalah Ida. Keluarga Ida adalah sebuah keluarga besar dengan cucunya yang cukup banyak. Lokasi rumahnya juga tidak jauh dari tempat Caleg DPRD nomor 3 dapil 2, Kabupaten Sukabumi Aris Kristiani dan Calon Anggota Legislatif Provinsi Jawa Barat Dapil 5 Kota/Kabupaten Sukabumi, Any Tri Hendarini tinggal. Ada 20 pemilik hak Suara di dalam keluarga besar Ida.

“Mereka sangat berharap kami berdua bisa jadi (menduduki kursi parlemen), selain karena tetangga juga selama ini mereka memang sudah merasakan manfaat kegiatan sosial berupa santunan yatim, zakat dan pembagian hewan kurban di masjid perumahan kami,” ujarnya kepada bekasimedia.com, Kamis (14/3/2019)

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan reaksi spontan masyarakat sangat antusias dengan Capres dan Cawapres 02 Prabowo-Sandi ditandai dengan kesiapan dan kesigapan mereka untuk memasang Alat Peraga Kampanye (APK) nomor 02 di rumah rumah warga.

Pemandangan ini berlangsung di kampung Ciburial, Desa Babakan Jaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang merupakan Daerah Pemilihan (Dapil) II paling padat warganya.

Dalam aksinya dua (2) Caleg PKS ini menjelaskan program program nasional jika PKS nantinya menang pada pemilu 2019 mendatang. Kegiatan ini juga sebagai bentuk komitmen Caleg PKS untuk mendengar dan menyalurkan aspirasi masyarakat, kata Any Tri Hendarini caleg nomor 6 untuk DPRD Provinsi Jawa Barat. *)

Be the first to comment on "Kejar Suara Pemilih Hingga ke Gang Sempit"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*