Backpacker Teaching Gelar Workshop Penyusunan Kurtilas Revisi Berbasis Kearifan Lokal Suku Tengger

SALURANSATU.COM – Dalam kegiatan di awal Februari ini, Backpacker Teaching menyelenggarakan workshop Penyusunan RPP kurikulum 2013 revisi berbasis kearifan lokal suku Tengger untuk guru-guru di gugus wilayah Ngadas, yaitu SDN Ngadas 01 dan SDN Ngadas 02. Workshop ini merupakan salah satu kegiatan dari sekian rangkaian event Backpacker Teaching goes to Malang yang diadakan sejak tanggal 3 hingga 11 Februari 2019.

Acara tersebut diisi oleh Pembina Backpacker Teaching, Dr. Dirgantara Wicaksono S.Pd., M.Pd., M.M. (Pak Bombom) dengan peserta para guru, kepala sekolah, dan dihadiri juga oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Malang yang diwakili oleh Pengawas Bapak Wahono M.Pd. Kegiatan berlangsung dengan atraktif dan komunikatif.

Dibahas pula kearifan lokal yang begitu mengakar pada masyarakat suku Tengger. Seperti disampaikan oleh Pak Bombom merancang perangkat rencana pembelajaran harus dengan membangun konstruksi paradigma masa depan. Saat ini, memasuki liquid society masyarakat suku Tengger dapat mewariskan nilai-nilai budaya Tengger yang disinergikan dengan tematik dalam kurikulum 2013.

Hal ini dapat menguatkan jiwa karakter pada peserta didik termasuk dalam Kompetensi Inti yang terjawantahkan dalam saintifik approach. Acara ini dimoderatori oleh Doni Ardian Wicaksono yang juga sebagai ketua Backpacker Teaching Solo.

Kegiatan pengajaran di SDN 02 Ngadas berlangsung selama satu minggu. Murid-murid tampak gembira dengan metode pembelajaran yang melibatkan mereka.

Backpacker Teaching juga memberikan kelas motivasi dan permainan edukatif yang menumbuhkan teamwork and leadership development. Harapannya, para siswa dapat terbebaskan pola pikirnya untuk menyongsong masa depan dengan menempuh pendidikan sampai tingkat universitas. Karena, fakta di lapangan mereka hanya lulus SD atau SMP dan kembali menjadi petani.

Kegiatan pengajaran tidak terhenti di SDN 02 Ngadas. Di sore hari Backpacker Teaching mengajar di TPA untuk mebekali nilai-nilai religi kepada anak-anak Dusun Ngadas. Kegiatan TPA disambut baik oleh masyarakat, sebab, tenaga pengajar di TPA yang sedikit. Murid-murid TPA yang sebagian besar sekolah di SDN 02 Ngadas, bersemangat untuk datang ke TPA karena mereka senang belajar bersama anggota Backpacker Teaching.

Selain kegiatan belajar mengajar, Backpacker Teaching melakukan penyuluhan gigi untuk murid-murid SDN 02 Ngadas. Seorang anggota bernama Indira yang kuliah di kedokteran gigi menjadi pemateri dalam kegiatan penyuluhan gigi ini. Penyuluhan gigi ini bertujuan untuk memberi informasi tentang penyebab gigi berlubang dan pencegahannya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah gigi berlubang yaitu, dengan menjaga kebersihan sikat gigi itu sendiri. “Satu sikat gigi hanya dapat digunakan oleh satu orang, sikat gigi senantiasa diganti maksimal dalam jangka waktu 3-4 bulan sekali dan kita harus memeriksa kesehatan gigi kita minimal 6 bulan sekali.” Kata Indira.

Dan untuk membangun hubungan dengan masyarakat, Backpacker Teaching turut serta dalam kegiatan bakti sosial di masyarakat dan membantu masyarakat Dusun Ngadas yang mayoritas sebagai petani di ladang. Mereka membantu petani membersihkan ladang, menebar obat untuk tanaman, memanen kentang dan kerja bakti di jalanan pedesaan. Backpacker Teaching juga memberikan donasi pakaian untuk warga Dusun Jarak Ijo yang didapat dari sumbangan masyarakat di Jakarta.

Di penghujung Proyek Malang, Backpacker Teaching menyuguhkan hiburan untuk murid-murid, orang tua murid dan masyarakat dalam bentuk pentas seni yang di36adakan di sekolah SDN 02 Ngadas dan diisi oleh murid-murid SDN 02 Ngadas.

Sebelum murid-murid tampil dalam acara pentas seni, mereka dilatih oleh anggota Backpacker Teaching setiap pulang sekolah. Penampilan setiap kelasnya berbeda-beda. Ada yang menyanyikan lagu daerah, permainan tradisional, membaca puisi, membaca pantun, menari,dan ditutup oleh musikalisasi puisi dari anggota Backacker Teaching. Setelah kegiatan Pentas Seni selesai, Backpacker Teaching membagikan kenang-kengan kepada murid-murid SDN 02 Ngadas. Dengan harapan mereka lebih semangat lagi dalam menuntut ilmu.

Backpacker Teaching akan selalu berupaya membantu pemerintah dalam melakukan pemerataan mutu pendidikan nasional. Satu langkah kita bangkitkan seribu semangat generasi bangsa, salam mengajaruntuk negeri. ***

Be the first to comment on "Backpacker Teaching Gelar Workshop Penyusunan Kurtilas Revisi Berbasis Kearifan Lokal Suku Tengger"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.