News

Berpotensi Jual Beli Bangku Kosong, Awasi PPDB Online Tahap II!

SALURANSATU.COM – Pemerhati pendidikan di kota Bekasi meminta agar Ombudsman Republik Indonesia ikut mengawasi layanan sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) online tahap kedua.

“Dan kita juga senang bila ombudsman RI turun ke Bekasi untuk mengawasi layanan pendidikan dengan sistem PPDB online ini,” ujar Sardi Effendi, kepada saluransatu.com.

Selain meminta kepada Stake holder pendidikan, pemerhati pendidikan yang juga mantan anggota DPRD kota Bekasi ini berharap pada PPDB online tahap kedua ini benar-benar dalam pengawasan yang ketat.

Sardi mengatakan pengaturan sistem zonasi kurang cermat sehingga masih banyak masyarakat yang sulit menjangkau sekolah, karena yang berhak masuk zonasi adalah masyarakat setempat.

Selain itu kata dia, sistem PPDB online menyulitkan masyarakat karena sistem berjalan masih terkendala teknis.

Pada tahap kedua ini Sardi meminta Kepala Dinas Pendidikan kota Bekasi, Ali Fauzie transparan dan mengingatkan agar jangan sampai ada bangku kosong yang diperjualbelikan. Disdik harus membuka bangku kosong pada setiap sekolah.

“Iya, tahap dua itu digunakan untuk bangku kosong, Kadisdik perlu transparan jangan sampai bangku kosong diperjual belikan dan tidak tepat sasaran,” tukasnya. (SS1)

Previous post

Timses NF Terima Hasil Realcount KPU Kota Bekasi

Next post

Hanura Buka Kesempatan Jadi Bacaleg Provinsi Jabar

saluransatu1

saluransatu1

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *