Kelurahan Cikiwul Permudah Akses Pelayanan Publik bagi Warga

Lurah Cikiwul, Warsim Suryana

SALURANSATU.COM-  Kelurahan Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat mendapat sorotan atas prestasi sebagai juara 1 lomba Kinerja Kota Bekasi. Saluransatu.com berkesempatan mengunjungi kelurahan Cikiwul untuk berbincang-bincang dengan Kepala Kelurahan dan Kepala Seksi Kesejahteraan Sosialnya.

Kelurahan Cikiwul diketahui memang selalu berusaha memberikan pelayanan prima untuk masyarakat dengan selalu berinovasi, salah satunya Kessos Cikiwul memiliki program Widows Project yaitu peningkatan kesejahteraan perempuan single parents di kelurahan cikiwul.

Dalam pertemuan Saluransatu.com dengan
Lurah Cikiwul, Warsim Suryana di kantor kelurahan Cikiwul, Kota Bekasi, Jawa Barat (5/7/2018), ia memberi penjelasan mengenai kemajuan pembangunan daerah Cikiwul, salah satunya pelayanan publik yang diberikan di kantor kelurahan Cikiwul.

“Berawal dari pelayanan dasar, kami berupaya untuk melayani dari masyarakat sebaik mungkin, seperti contohnya membuat loket pelayanan, loket pengaduan termasuk juga SOP (standard operating procedure) yang diberikan, sehingga ada kepastian ketika ada warga untuk memberikan pelayanan agar ada jaminan. Artinya kepastian jaminan waktu, surat menyurat dan lain sebagainya.
termasuk juga kita tingkatkan pelayanan di office-nya,  kebetulan banyak TKK yang baru masuk,” jelas Warsim Suryana.

Penduduk dari daerah Cikiwul sendiri berjumlah 18.874 orang dengan hak pilih warga 13.367 dan 6529 kepala keluarga. Untuk kemajuan di bidang ekonomi hampir 60% dibangun oleh industri, sementara proses perizinan terpusat di sentra pelayanan terpadu kelurahan.

“Lurah kadang-kadang hanya memonitor saja. Cuma lurah menandatangani asuransi manakala pembangunan yang dilakukan oleh swasta,  ada jaminan rehabilitasi lingkungan, kalau ada lingkungan yang rusak,” jelas Warsim.

Lebih lanjut Warsim menjelaskan bahwa masyarakat Cikiwul bisa dibilang cukup terdidik. Hanya, lansia saja masih ada yang belum lancar baca tulis. “Kalau pendidikan warga di sini sudah melek semua ya, paling yang berumur lanjut saja yang belum bisa baca tulis. Di sini sudah banyak yang bersekolah 12 tahun, bahkan banyak yang sudah S1 atau S2, kesehatan semua dijamin dari pemerintah, yang penyakit kecil di sini ada puskesmas yang membantu kalau perlu rujukan akan dirujuk ke rumah sakit yang dirujuk apa lagi sekarang ada jaminan kesehatan itu KBS,” lanjut Warsim.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial Kelurahan Cikiwul, Lania Octorra menambahkan bahwa banyak program yang sudah dilakukan di kantor kelurahan, seperti adanya pembinaan bagi para perempuan single parent agar mampu berwirausaha, ada juga pelayanan loket PBB, pelayanan weekend dan bahkan pelayanan kesehatan keliling.

“Pelayanan di kelurahan ini kami mempunyai program baru dengan pelayanan weekend jadi setiap hari Sabtu kami buka hanya setengah hari, lalu di sini ada pojok salera, jadi janda-janda di sini diberdayakan. Jadi ini ada upaya peningkatan taraf hidup bagi wanita single parents, jadi selain diberi pelatihan, karena mereka bingung mau keluar rumah juga mereka malu, kurang percaya diri tapi kalau mereka punya keahlian lebih baik,dan semoga inovasi ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Cikiwul khususnya para wanita single parents,” jelas Lania.

Program lainnya seperti menyediakan loket pembayaran PBB, sehingga memudahkan masyarakat yang hendak surat menyurat.

“Kita buat loket pembayaran PBB di sini, kadang orang sampai sini terus belum bayar masa harus bulak balik, kan kasihan jadi kami buka loket pembayaran PBB, kita kasih tanda terima sementara nanti kita bayarkan ke bank BJB bukti dari bank nanti kita antar ke rumah mereka,” imbuhnya.

Untuk permasalah kesehatan, kelurahan Cikiwul sudah menerapkan program ‘jemput bola’ bernama Cikiwul Keliling.

“Kalau kesehatan sini ada Cikiwul keliling, Cikiwul keliling ini kita pantau, yang tidak bisa datang ke posyandu, kita datangi misalnya ada posyandu di RW 03, habis posyandunya kita datangi warga-warga di situ, itu namanya Cikiwul Keliling,” tambah Lania.

Lania melanjutkan masyarakat Cikiwul juga ternyata banyak menggunakan kartu Bekasi Sehat (KBS) untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan. Peningkatan yang cukup signifikan juga sempat terpantau kelurahan.

“Dari data yang kami dapat daerah Cikiwul ini pembuatan kartu KBS cukup meningkat, KBS awal pengunaan KBS itu 300 data warga di Cikiwul semenjak saya datang, saya cetak 4700,” jelasnya.

Dari banyaknya warga yang membuat KBS
ini kata Anya, sedikit banyak masalah kesehatan bisa tertangani dengan baik. Hal ini diakui Anya karena tercipta koordinasi yang baik antara warga dengan staf kelurahan Cikiwul. (Cj/bella)

Be the first to comment on "Kelurahan Cikiwul Permudah Akses Pelayanan Publik bagi Warga"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.