News

Panwaslu Kota Bekasi Akui Telah Terima Laporan Dugaan Pelanggaran ASN

SALURANSATU.COM – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bekasi akhirnya angkat bicara terkait laporan dugaan pelanggaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi jelang Pilkada Juni 2018. Divisi Penindakan Pelanggaran Panwaslu Kota Bekasi, Muhammad Iqbal Alam Islami membenarkan bahwa pihaknya sudah menerima laporan dugaan pelanggaran Politik Praktis oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Bekasi. Laporan tersebut telah diterima pada Selasa (6/3/2018).

Muhammad Iqbal menyatakan Tim Advokasi Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Bekasi Nur-Firdaus (NF) yang diwakili Ketua Tim advokasi Paslon, Bambang Sunaryo telah melaporkan dugaan pelanggaran tersebut dengan menyertakan bukti foto Wallpaper yang digunakan ASN serta lampiran isi pemberitaan seputar kasus tersebut.

“Laporan itu akan kita register dan kita akan klarifikasi dari pelapor dan saksi-saksi dulu, baru nanti kita akan memanggil terlapor dari tim Desk Pilkada tersebut,” kata Iqbal, kepada awak media, Rabu (7/3/2018).

Panwaslu menyatakan akan memproses sesuai dengan Undang-Undang khusus ASN bahwasanya ASN tidak boleh terlibat politik praktis. “Jadi kalau terlibat, yang ada indikasi yang mengarah kepada keberpihakan dan akan kita tindak sesuai UU ASN dan UU Pemilu,” imbuh Iqbal.

Adapun langkah selanjutnya, kata Iqbal, setelah semua dilklarifikasi nanti dikaji dan diberi status laporannya. “Kalau memang terbukti itu melanggar unsur kode etik ASN pasti kita laporkan ke komisi ASN dan juga inspektorat. Dalam artian memang ini untuk mencegah, bahwasanya agar ASN bersikap netral pada Pilkada,” lanjutnya.

Proses untuk menindak lanjuti laporan tersebut, jelas Iqbal adalah 3+2 artinya 5 hari sejak pelaporan.

“Jadi Panwaslu itu memutuskan apakah ini terkait unsur melanggar kode etik atau tidak. Kalau melanggar kita putuskan melanggar, dan penyerahan sanksi pelanggaran yang berwenang adalah komisi ASN dan Inspektorat,” tukas Iqbal.

Saat ini Panwaslu tinggal mengklarifikasi dari saksi 1 serta dari terlapor.

“Paling kita hanya tinggal butuh ada saksi 1 dan klarifikasi terlapornya aja. Terlapor ini salah satu Tim Desk Pilkada,” pungkasnya. ***

Previous post

Tim Advokasi Paslon Nur-Firdaus Laporkan Dugaan Pelanggaran ASN Pemkot Bekasi

Next post

Dukung Paslon Asyik, Begini Pesan para Ulama Jabar

saluransatu1

saluransatu1

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *