News

SDN XIII Margahayu Hampir Roboh, Kepsek Berharap Walikota Menengoknya

Saluransatu.com – Pembangunan infrastruktur di kota metropolitan merupakan bagian penting bagi dukungan pemerintah daerah dalam merealisasikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Kota Bekasi ditengah masifnya pembangunan diseluruh penjuru kota sedang berbenah diri dalam menggapai tahun investasi dan perekonomian.

Pemerintah kota Bekasi belum lama ini melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan kantor Imigrasi kelas II, Bekasi Utara dan Lapas Bulak Kapal Bekasi Timur sekaligus. Namun juga yang tak boleh diabaikan adalah pembangunan rehabilitasi sekolah yang menjadi prioritas pemerintah kota Bekasi.

Seperti halnya sekolah SDN XIII Margahayu, Bekasi Timur bangunan sekolah yang genap sudah 25 tahun lamanya kini sudah hampir roboh dimakan usianya. Kepala sekolah SDN III Margahayu, Bekasi Timur Ridwan Fauzie berharap kepala daerah bisa mengunjungi sekolahnya dan melihat anak anak didik penerus bangsa yang belajar dibawah bangunan tua dan tak lagi layak.

“Saya bermimpi pak Walikota Rahmat Effendi datang ke sekolah ini meskipun diluar schedule, saya ingin dia datang tiba tiba muncul dan itu lebih asli tanpa rekayasa. Saya mau lihat pak Wali kesini dan melihat bangunan sekolah saya sudah mau roboh dibelakang,” ujarnya kepada media, Rabu (22/11/2017).

Saat ini sudah mau memasuki tahun 2018 kabarnya Sekolah SDN XIII ini akan dibangun total dan rencananya akan mendapatkan pembangunan 12 Ruang Kelas Baru (RKB) namun sampai saat ini belum juga direalisasikan dan katanya nanti di 2018.

Anggaran APBD tahun 2018 menurut Ridwan sudah masuk sekitar 2,7 Milyar namun belum ada informasi lebih lanjut, itu pun merupakan program pembangunan terakhir dan SDN XIII merupakan bangunan paling tua, hanya saja kata Ridwan raja pantun itu dirinya sering ‘bedakin’ sekolahnya jadi terlihat terawat dan asri.

SDN XIII Margahayu yang kini siswanya sekitar 600 orang menurut Ridwan Fauzie yang baru memimpin 2 tahun terakhir mengatakan bangunan sekolah tersebut dibangun sejak 25 tahun yang lalu hingga kini belum pernah tersentuh apalagi rehabilitasi, sedangkan sekolah ini mewakili lomba Adiwiyata Nasional mewakili tingkat provinsi Jawa Barat. (Dns)

Previous post

Gus Ulil: Ngaji Ihya Ulumuddin Relevan bagi Masyarakat Milenial

Next post

KBNU Kabupaten Bekasi Sosialisasi KartaNU Multifungsi

saluransatu1

saluransatu1

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *