News

Gus Ulil: Ngaji Ihya Ulumuddin Relevan bagi Masyarakat Milenial

SALURANSATU.COM – Pondok Pesantren Annur yang berlokasi di Jalan KH. Mochtar Thabrani, kelurahan Perwira, kecamatan Bekasi Utara, Sabtu (18/11/2017) memperingati hari Pahlawan dan hari Santri Nasional dengan cara menggelar acara ngaji kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali bersama Ulil Abshar Abdalla atau akrab disapa Gus Ulil.

Dalam paparannya Gus Ulil mengatakan bahwa peringatan hari santri nasional merupakan kebanggaan bagi kaum santri se-Indonesia karena mampu membangkitkan eksistensi kalangan santri yang sudah puluhan tahun dimarginalkan sejarah, kultur dan peranannya.

“Saya sebagai seorang santri merasa sangat bangga sekali karena dengan hari Santri ini eksistensi kaum santri di Indonesia yang memiliki tradisi yang khas diakui oleh pemerintah, karena memang telah berpuluh-puluh tahun komunitas santri itu agak diabaikan sejarahnya, perannya, kulturnya agak dipinggirkan , jadi hari Santri menjadi hari kebanggaan bagi santri di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Bicara santri biasanya memang secara spesifik merujuk kepada kalangan Islam tradisional Nahdlatul Ulama (NU) yang kulturnya pesantren. Menurut Gus Ulil salah satu fondasi kultur pesantren itu adalah ngaji kitab kuning dan salah satu kitab yang sangat besar pengaruhnya dalam membentuk kejiwaan, spiritualitas, cara berfikir dan perilaku warga pesantren dan juga orang Islam sunni pada umumnya itu kitab Ihya Ulumuddin, “maka jika kita memperingati hari santri dengan mengacu kepada kitab ihya itu bagus sekali,” katanya.

Kata Ulil, Hari Santri juga tidak bisa dipisahkan dari Hari Pahlawan. Karena jika dilihat dari latar belakang sejarah dan tokoh, maka momen ini masih berkelanjutna. “Jika hari santri 22 Oktober terkenal dengan resolusi jihad maka hari pahlawan itu juga lokasinya sama di Surabaya juga dengan tokohnya bung Tomo dan itu merupakan satu kesatuan. Jadi kalau memperingati hari santri dan hari pahlawan itu adalah satu napas,” sambungnya.

Kembali ke Ngaji Ihya, kata Ulil relevansinya adalah mengangkat salah satu bacaan penting dalam komunitas santri untuk diperkenalkan kepada publik. “Kitab ihya itu kitab yang klasik sekali dan kalau dibaca apa adanya mungkin tidak menarik oleh orang sekarang, karena itu untuk mengaji Ihya kadang-kadang diperlukan improvisasi dan kreativitas untuk membuat kitab Ihya ini bisa merespons situasi saat ini, situasi masyarakat yang sudah mengenal sosial Media,” terangnya.

Oleh karena itu dirinya sengaja membuat even Ngaji Ihya supaya relevan dengan keadaan sekarang dan kebetulan saya membaca kitab Ihya bagian yang isinya relevan dengan keadaan sekarang.

Kitab Ihya sendiri terdiri dari 4 jilid dan jilid dan Ulil mengaku membaca jilid yang ketiga berbicara tentang dunia kebatinan manusia atau ruhaniyah. Dan orang-orang perkotaan biasanya paling suka karena orang kota biasanya jiwanya kering secara spiritual dan mereka suka karena mereka haus dan bagian yang saya baca ini adalah bagian yang efektif untuk memenuhi dahaga spiritual masyarakat kota, “karena itu ada istilah yang populer namanya urban sufisme (sufisme kota) dan itu lagi tren di kalangan orang-orang kelas menengah,” sambungnya.

Kebutuhan spiritual, lanjut Ulil merupakan kebutuhan riil. Orang dengan berlimpah materi, kaya raya banyak yang kering jiwanya. “Nah mereka butuh akan hal itu hanya cara mengisinya bisa melalui berbagai macam cara, misalnya cara yang paling instan bisa melalui narkotika atau juga bisa melalui cara yang disebut dengan New Edge, tren baru di dalam kelas menengah kota terdidik atau semacam kebatinan modern,” tukasnya.

Selain cara itu, orang-orang juga bisa melakukan upaya kebatinan yang klasik. “dan itu jauh lebih baik karena lebih mendalam, lebih kokoh dan memiliki dasar dalam agama, karena itu ngaji ihya menurut saya sangat relevan sekali,” pungkasnya. (Dns)

Previous post

Tak Disangka! Gus Shol Melesat Kalahkan Calon PKS di Polling Cawalkot Bekasi

Next post

SDN XIII Margahayu Hampir Roboh, Kepsek Berharap Walikota Menengoknya

saluransatu1

saluransatu1

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *