Eksekutif

Wali Kota Bekasi Semprot Ratusan Dokter RSUD

SALURANSATU.COM – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi geram, atas kinerja ratusan dokter di RSUD Kota Bekasi yang kerap terlambat masuk. Hal ini ia temui pada saat melakukan inspeksi mendadak beberapa waktu lalu di RSUD Kota Bekasi.

“RSUD semakin berkembang karena itu seluruh karyawan baik yang ASN ataupun BLUD harus menaati aturan jam kerja dan tidak boleh mengangkangi aturan yang ada, RSUD dilarang menolak pasien dan harus menjadi penyemangat sendiri bagi para aparaturnya,” ungkapnya saat Apel di aula RSUD Kota Bekasi, Senin Pagi (19/6/2017).

Menurutnya, gaji yang diberikan oleh Pemkot Bekasi kepada dokter di RSUD Kota Bekasi jumlahnya lebih besar dari gaji dokter di Rumah Sakit Swasta yang ada di Kota Bekasi.

“Dokter harus memberikan pelayanan yang se-maksimal mungkin kepada masyarakat Kota Bekasi. Tunjangan daerah, Gaji, Remunerasi dan Honor pun kita kasih, dan jumlahnya lebih dari Rumah Sakit Swasta di Kota Bekasi,” ujarnya.

Wali Kota juga memerintahkan Asisten I Daerah Kota Bekasi dan TPSD untuk mengurangi anggaran dari 25 pos, guna menambah ruang ICU dan NICU yang sempat dikeluhkan masyarakat.

“Saat ini antrian bisa mencapai 18 antri dan satu unit kosong, harus ada tambahan ICU dan NICU. Saya sudah perintahkan TPSD dan asda satu untuk mengurangi anggaran dari pos lain sebanyak 25, untuk menambah ruang ICU agar tidak ada lagi pasien yang di tolak,” terangnya.

Selain itu, soal kesejahteraan petugas RSUD Kota Bekasi rencananya juga akan ditingkatkan kembali. Mengingat pentingnya pelayanan kepada masyarakat yang harus diberikan. Oleh seba itu, ia meminta agar direksi dan tim pengawas RSUD melakukan rapat rencana kenaikan gaji atau tunda untuk para petugas kesehatan RSUD.

“Disini (RSUD) ada petugas yang kerjanya sudah sembilan tahun, namun gajinya masih di angka 3,5 juta. Makanya harus ada kenaikan kesejahteraan. Tim direksi dan dewan pengawas harus merumuskan ini,” kata Wali Kota.

Wali Kota berharap, dengan adanya penambahan atau peningkatan kesejahteraan ini, kinerja petugas kesehatan di RSUD Kota Bekasi bisa diimbangi dengan kinerjanya kepada masyarakat.

“Dengan peningkatan kesejahteraan seharusnya para tugas malu, jika masuk kerjanya terlambat dan tidak maksimal. Saya berharap ini bisa diikuti dengan kedisiplinan para pegawai, kenaikan kesejahteraan akan dilakukan secara berkala, jika hal itu tersebut tidak melanggar aturan,” pungkasnya.

Ia pun mengingatkan kembali agar tidak ada penolakan pasien di RSUD Kota Bekasi, sebab jaminan kesehatan yang digunakan pun akan dibayarkan oleh pemerintah.

“Jangan ada lagi bahasa pasien di tolak karena pada dasarnya, semua pasien itu tida ada yang gratis. Kartu sehat di klaim oleh Dinkes dalam hal ini APBD, begitu juga dengan BPJS yang dibayarkan dari dari Negara,” bebernya.

Menjelang hari raya Idul Fitri 1438 Hijriah ini, Rahmat Effendi berharap agar petugas kesehatan yang berbeda agama, dapat menggantikan petugas yang akan merayakan Idul Fitri, begitupun sebaliknya pada perayaan akbar agama lainnya. (alf)

Previous post

24 Jam, Pemkot Bekasi Layani Masyarakat Melalui Call Center

Next post

Bukber di Kelilingi Gunung Sampah, Mahfud Abdurrahman Terpukul

saluransatu1

saluransatu1

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *