BisnisHiburan

Pernah Digrebek Polisi, Hotel Edelweiss Spa & Massage Tetap Beroperasi

SALURANSATU.COM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota Bekasi sepertinya sedikit lupa akan tugas pokoknya dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan menyelenggarakan ketertiban umum demi ketentraman masyarakat Kota Bekasi.

Hal tersebut nampak jelas dengan tak tersentuhnya Hotel Edelweiss Spa dan Massage yang tetap beroperasi hingga saat ini, meskipun sebelumnya pernah digerebek pihak kepolisian pada awal bulan Agustus 2016 lalu karena diduga menjadi tempat prostitusi terselubung dengan memfasilitasi konsumennya mendapat layanan seksual.

Dugaan adanya layanan plus plus tersebut semakin menguat ketika Kapolsek Bekasi Selatan, Komisaris Polisi Jayadi mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan puluhan alat kontrasepsi jenis kondom dengan aneka rasa dan alat tes kehamilan di dalam loker dan juga di setiap tas kerja terapis.

“Di setiap tas tempat make up para terapis kami menemukan puluhan kondom. Hampir di semua loker terdapat kondom,” ungkapnya kepada saluransatu.com usai penggerebekan, Rabu (03/08) setahun silam.

Demi mengetahui secara pasti layanan yang mereka tawarkan kepada konsumen, kami menghubungi Guest Relation Officer (GRO) Hotel Edelweiss Spa dan Massage yang menggunakan inisial “Mr J”.

Melalui pesan Blackberry Messenger (BBM), “Mr J” tanpa tedeng aling-aling membeberkan bahwa tambahan “service” bisa difasilitasi olehnya dengan mudah.

“Agan tinggal datang saja ke TKP. Bilang saja sudah janjian dengan Mr J. Room + massage 150K, minimal tip 100K. Kalau ada tambahan service, agan bisa nego langsung sama terapisnya,” beber Mr J dalam pesan BBM-nya, sekira minggu kedua bulan Maret 2017.

Lebih lanjut kami menanyakan berapa rupiah yang harus disiapkan agar dapat menikmati layanan “Full Service” di Hotel Edelweiss Spa dan Massage yang berlokasi tepat di seberang Kantor Pemasaran Grand Galaxy City, Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

“550K sudah “ALL IN”, Agan kesini aja, ntar ane yang ngondisiin,” terangnya seraya menjelaskan bahwa harga tersebut sudah termasuk biaya kamar.

Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Bekasi Cecep Suherlan, mengaku akan segera menindaklanjuti informasi serta temuan yang diterima dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Saya akan menugaskan Kabid Penegakkan PERDA untuk menindaklanjutinya, agar ada dasar dalam melakukan penindakan terhadap pelanggaran yang dilakukan,” ujarnya singkat.

Sebagai informasi, berdasarkan aturan dalam PERDA Kota Bekasi nomor 10 tahun 2011, Pemerintah Daerah berkewajiban menertibkan praktik prostitusi atau tuna susila yang terdapat di wilayahnya. (tian)

Previous post

Diskominfo kota Bekasi Mudahkan Pengaduan Masyarakat Berbasis Media Sosial

Next post

Sihar, Politisi Senior DPP Hanura Jadi Wajah Baru di DPRD Kota Bekasi

saluransatu1

saluransatu1

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *