KPAID: Putus Mata Rantai Pelaku Kejahatan Seksual pada Anak

KPAID-Kota-Bekasi

LingkarBekasi – Merebaknya kasus pelecehan dan  kejahatan seksual di tengah-tengah masyarakat saat ini menjadi kekhawatiran pemerintah dan masyarakat itu sendiri. berikut wawancara bekasimedia dengan komisioner KPAID Kota Bekasi Haryekti Rina di kantornya gedung Plaza Pemkot Bekasi lantai 5 Senin, (22/06).

Menurut ibu empat anak yang baru menjabat sebagai komisioner KPAID Kota Bekasi 4 bulan yang lalu ini menyatakan bahwa penyebab utama terjadinya kejahatan seksual pada anak, ada tiga hal, ”tiga penyebab utama terjadinya tindak kejahatan seksual berawal dari; pertama dia pernah melihat orang dewasa atau orangtuanya melakukan hal-hal yang harusnya si anak tidak lihat, kedua biasanya si anak melihat dari akses internet (online), ketiga dia juga biasanya korban sebelumnya, jadi berputar di tiga hal ini saja,” tegasnya.

Ditanyakan apa kendala utama dalam menjalani fungsinya sebagai Komisioner KPAID selama ini, Rina menjawab, “kendala kami dalam menjalakan mediasi ini adalah jika salah satu pihak tidak merasa itu sebuah masalah besar buat dirinya dan sering kali ia menggangap itu merupakan kenakalan anak-anak biasa. Orang tua yang terlalu melindungi anak itu juga merupakan tantangan buat kami, karena bagaimanapun juga baik dia korban maupun pelaku, dia bisa menjadi korban selanjutnya atau pelaku untuk orang lain,” ungkap Rina yang juga mantan Aleg DPRD Kota Bekasi komisi D masa bakti tahun 2009-2014.

‘Inilah terkadang yang menjadi berat buat kami karena kami juga tidak ingin ini menjadi ramai apalagi dengan mengatakan, ‘kami sudah damai kok dengan korban’, bagi kami bukan masalah damainya tapi lebih kepada memutus mata rantai kejahatan seksualnya agar hal ini tidak terjadi lagi pengulangan selanjutnya,” pungkas alumnus IPB Tahun 1995 ini. (dns)

Be the first to comment on "KPAID: Putus Mata Rantai Pelaku Kejahatan Seksual pada Anak"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.